Demonstran Indonesia Tuntut DPR Dibubarkan, Ini 7 Kasus Pembubaran Parlemen Paling Dramatis di Dunia
Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:56 WIB
loading...
A
A
A
5. Spanyol (Raja Felipe VI Bubarkan Parlemen 2019)
•Kronologi: Setelah partai-partai politik gagal membentuk koalisi mayoritas, Raja Felipe VI membubarkan Parlemen dan meminta pemilu ulang pada November 2019.•Dampak: Spanyol menghadapi kebuntuan politik berkepanjangan hingga 2020.
•Pembubaran ini sah konstitusional, tapi menegaskan lemahnya stabilitas politik Spanyol.
6. Prancis (Presiden Jacques Chirac Bubarkan Parlemen 1997)
•Kronologi: Presiden Jacques Chirac membubarkan Majelis Nasional (Parlemen) untuk memperkuat mayoritasnya.•Dampak: Ternyata justru partainya kalah, dan oposisi kiri menang dalam pemilu dini. Chirac terjebak dalam “cohabitation” dengan perdana menteri dari kubu lawan.
•Ini menjadi contoh blunder politik dalam penggunaan hak pembubaran Parlemen.
7. Sri Lanka (Presiden Maithripala Sirisena Bubarkan Parlemen 2018)
•Kronologi: Presiden Maithripala Sirisena membubarkan Parlemen setelah menunjuk Mahinda Rajapaksa sebagai perdana menteri (PM), menggulingkan Ranil Wickremesinghe.•Dampak: Mahkamah Agung membatalkan pembubaran tersebut, menciptakan krisis politik serius. Bahkan Konstitusi Sri Lanka diamandemen untuk membatasi kekuasaan presiden.
•Kasus di Sri Lanka ini menunjukkan pentingnya peran konstitusi dalam menahan otoritarianisme.
(mas)
Lihat Juga :