Demonstran Indonesia Tuntut DPR Dibubarkan, Ini 7 Kasus Pembubaran Parlemen Paling Dramatis di Dunia
Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:56 WIB
loading...
A
A
A
Pembubaran DPR atau Parlemen bukan mustahil terjadi. Di beberapa negara kasus seperti itu benar-benar terjadi.
7 Kasus Pembubaran Parlemen Paling Dramatis di Dunia
•Dampak: Kongres menolak dan malah menunjuk presiden sementara. Krisis politik memecah negara hingga pemilu baru digelar 2020.
•Kasus ini dipuji sebagian rakyat karena dianggap “membersihkan” Parlemen yang korup, tapi dikritik karena rawan otoritarianisme.
•Kronologi: Thailand berkali-kali mengganti atau membubarkan Parlemen sejak 1932. Contoh, pada 2014 Jenderal Prayuth Chan-ocha atas restu raja membubarkan Parlemen melalui kudeta militer.
•Dampak: Pembubaran Parlemen ini disusul denganpenghapusan Konstitusi, dan Jenderal Prayuth mengendalikan politik lewat militer.
•Thailand menjadi salah satu negara dengan sejarah pembubaran Parlemen terbanyak di dunia.
•Dampak: Revolusi Arab Spring yang mengguncang Mesir ini dianggap sebagai kelahiran demokrasi. Namun, demokrasi Mesir berumur singkat karena presiden terpilih Mohamed Morsi dikudeta oleh militer pimpinan Jenderal Abdel Fattah el-Sisi.
•Jenderal Sisi menjadi penguasa sebagai presiden hingga sekarang meski banyak kontroversinya.
•Dampak: Mahkamah Agung memulihkan Parlemen, tapi akhirnya Khan dan Sharif sama-sama dipaksa mundur lewat kompromi militer.
•Kasus di Paksitan ini menunjukkan dominasi militer Pakistan dalam politik sipil.
7 Kasus Pembubaran Parlemen Paling Dramatis di Dunia
1. Peru (Presiden Martín Vizcarra Bubarkan Kongres 2019)
•Kronologi: Pada September 2019, Presiden Martin Vizcarra membubarkan Kongres setelah kubu oposisi menghalangi reformasi antikorupsi.•Dampak: Kongres menolak dan malah menunjuk presiden sementara. Krisis politik memecah negara hingga pemilu baru digelar 2020.
•Kasus ini dipuji sebagian rakyat karena dianggap “membersihkan” Parlemen yang korup, tapi dikritik karena rawan otoritarianisme.
2. Thailand (Kudeta Militer dan Raja Bubarkan Parlemen)
•Kronologi: Thailand berkali-kali mengganti atau membubarkan Parlemen sejak 1932. Contoh, pada 2014 Jenderal Prayuth Chan-ocha atas restu raja membubarkan Parlemen melalui kudeta militer.•Dampak: Pembubaran Parlemen ini disusul denganpenghapusan Konstitusi, dan Jenderal Prayuth mengendalikan politik lewat militer.
•Thailand menjadi salah satu negara dengan sejarah pembubaran Parlemen terbanyak di dunia.
3. Mesir (MK Bubarkan Parlemen 2012 dan Dilawan Presiden Mohamed Morsi)
•Kronologi: Setelah penggulingan Preisden Hosni Mubarak tahun 2011, Mesir menggelar pemilu legislatif. Hasilnya, kelompok Islamis; Partai Freedom and Justice (sayap Ikhwanul Muslimin) mendominasi. Pada 14 Juni 2012, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa sepertiga kursi di Parlemen dipilih secara tidak sah karena aturan pemilu yang diskriminatif. Akibat putusan itu, Parlemen dibubarkan. Beberapa hari setelah putusan, Mohamed Morsi (dari kubu Ikhwanul Muslimin) terpilih sebagai presiden Mesir. Salah satu langkah awalnya adalah mencoba memulihkan Parlemen lewat dekrit presiden, namun MK segera membatalkan dekrit Morsi. Pada akhirnya, Morsi juga digulingkan oleh kudeta militer.•Dampak: Revolusi Arab Spring yang mengguncang Mesir ini dianggap sebagai kelahiran demokrasi. Namun, demokrasi Mesir berumur singkat karena presiden terpilih Mohamed Morsi dikudeta oleh militer pimpinan Jenderal Abdel Fattah el-Sisi.
•Jenderal Sisi menjadi penguasa sebagai presiden hingga sekarang meski banyak kontroversinya.
4. Pakistan (Presiden Ghulam Ishaq Khan Bubarkan Parlemen 1993)
•Kronologi: Presiden Ghulam Ishaq Khan membubarkan Majelis Nasional (Parlemen), menuduh Perdana Menteri Nawaz Sharif korup dan gagal.•Dampak: Mahkamah Agung memulihkan Parlemen, tapi akhirnya Khan dan Sharif sama-sama dipaksa mundur lewat kompromi militer.
•Kasus di Paksitan ini menunjukkan dominasi militer Pakistan dalam politik sipil.
Lihat Juga :