Utusan Trump Tetapkan Akhir 2025 Jadi Batas Waktu Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 27 Agustus 2025 - 15:41 WIB
loading...
Utusan Trump Tetapkan...
Utusan Donald Trump tetatpkan akhir 2025 sebagai batas waktu akhiri perang Ukraina. Foto/X
A A A
MOSKOW - Utusan khusus presiden AS Steve Witkoff mengatakan Washington berharap konflik Ukraina dapat diselesaikan pada akhir tahun 2025. Itu dengan mengacu pada "proposal perdamaian yang diajukan" dari Moskow dan pertemuan yang sedang berlangsung dengan perwakilan Rusia dan Ukraina.

Berbicara dalam rapat kabinet dengan Presiden Donald Trump pada hari Selasa, Witkoff mengatakan ia akan "mengadakan pertemuan sepanjang minggu ini" mengenai Ukraina dan konflik global lainnya, "dan kami berharap dapat menyelesaikannya sebelum akhir tahun ini."

Dalam wawancara lanjutan dengan Fox News, Witkoff mengatakan bahwa meskipun Trump telah menyatakan rasa frustrasinya terhadap Moskow dan Kiev, pihak Rusia setidaknya telah "mengajukan proposal perdamaian."

Baca Juga: Ukraina Fokus Melemahkan Mesin Perang Rusia, Ini 4 Strateginya

Ia mengakui bahwa konsesi teritorial "mungkin bukan sesuatu yang dapat diterima Ukraina," tetapi berpendapat bahwa pemerintahan Trump telah membawa kedua belah pihak lebih dekat ke kesepakatan daripada sebelumnya.

"Ada proposal perdamaian di atas meja," tegas Witkoff. "Kami berada di titik di mana kami pikir akhir sudah di depan mata... kami memiliki tim teknis yang sedang mengerjakannya dan kami berharap pada akhir tahun ini, dan mungkin lebih cepat lagi, kami benar-benar dapat menemukan bahan-bahan untuk mencapai kesepakatan damai itu."

Menurut Witkoff, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keinginan yang jelas untuk mengakhiri konflik dan membahas posisi Moskow secara mendalam dengan Trump selama pertemuan puncak bersejarah mereka di Alaska awal bulan ini.

Meskipun tidak ada detail kesepakatan potensial yang dipublikasikan, Moskow telah lama bersikeras bahwa penyelesaian yang berkelanjutan hanya dapat dicapai jika Kiev setuju untuk tidak pernah bergabung dengan NATO, menjalani demiliterisasi dan denazifikasi, dan mengakui realitas baru di lapangan. Ini termasuk status Krimea, Donetsk, Lugansk, Kherson, dan Zaporozhye sebagai bagian dari Rusia – wilayah-wilayah yang memilih untuk bergabung dengan negara tersebut dalam referendum pada tahun 2014 dan 2022.

Witkoff menekankan bahwa keputusan apa pun mengenai konsesi teritorial akan menjadi tanggung jawab Ukraina, dan mengisyaratkan bahwa isu tersebut akan dikaitkan dengan jaminan keamanan jangka panjang.

Ia mencatat bahwa ia akan bertemu dengan pejabat Ukraina di New York minggu ini dan menekankan bahwa Washington terus berkomunikasi setiap hari dengan Moskow. Laporan terbaru menunjukkan bahwa diskusi yang sedang berlangsung mencakup kemungkinan Kiev menyerahkan sisa posisinya di Donbass dengan imbalan komitmen Barat yang belum didefinisikan.

Witkoff lebih lanjut mengklaim "kita mungkin akan menyaksikan pertemuan bilateral" antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Vladimir Zelensky dari Ukraina, menambahkan bahwa Trump mungkin "dibutuhkan di meja perundingan untuk menyelesaikan kesepakatan."

Putin tidak menutup kemungkinan bertemu Zelensky, tetapi bersikeras bahwa pertemuan hanya dapat dilakukan setelah ada kemajuan nyata dalam negosiasi. Moskow juga mempertanyakan legitimasi Zelensky, dengan menyebutkan masa jabatan presidennya yang telah berakhir dan memperingatkan bahwa kesepakatan apa pun yang ditandatanganinya dapat dibatalkan oleh penggantinya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Jirayut Debut Akting...
Jirayut Debut Akting di Film Cek Kodham, Akui Sempat Tak Percaya Diri
Bahas Kemajuan Desa...
Bahas Kemajuan Desa Nifasi Papua Tengah, Forum Diskusi Publik Digelar di Jaksel
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Berita Terkini
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved