8 Efek Mata Uang Baru BRICS terhadap Dollar AS jika Sudah Berlaku

Rabu, 27 Agustus 2025 - 12:00 WIB
loading...
8 Efek Mata Uang Baru...
Gambar mata uang baru BRICS jika nanti diluncurkan. Foto/khaama.com
A A A
MOSKOW - Bayangkan satu dunia di mana negara-negara besar di luar Barat—termasuk Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, dan sekutunya—mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rencana pembentukan mata uang bersama BRICS mulai muncul sebagai strategi de-dolarisasi.

Jika diterapkan, implikasinya bisa mengguncang keseimbangan moneter global, menekan kekuatan ekonomi Amerika Serikat, serta meredefinisi pola perdagangan dan investasi dunia.

Berikut adalah sejumlah efek krusial yang perlu dipahami tentang potensi dampak mata uang BRICS baru terhadap dolar AS.

1. Tergerusnya Dominasi Cadangan Dolar AS (De-Dolarisasi)


BRICS tengah mendorong penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan antaranggota sebagai alternatif terhadap dolar.

Mata uang baru—yang direncanakan berbasis keranjang mata uang anggota dan cadangan emas—ditujukan sebagai alat untuk memperkuat kemerdekaan keuangan dan menekan volatilitas dolar.

Gerakan ini bukan sekadar retorika; Rusia dan China sudah mulai memperluas penerimaan perdagangan dalam mata uang domestik mereka, bahkan Rusia kini menyelesaikan sekitar 90% perdagangan BRICS tanpa dolar.

Demi menghadapi tekanan geopolitik dan sanksi finansial AS, langkah ini menjadi semakin mendesak.

Akibatnya, akan terjadi penurunan permintaan dolar secara global. Jika mata uang BRICS nanti diadopsi sebagai cadangan oleh bank sentral global, tekanan terhadap posisi dolar sebagai mata uang cadangan utama akan meningkat.

Kajian Atlantic Council menyatakan saat ini dolar masih mendominasi cadangan dunia—sekitar 88% pertukaran valuta dan 59% cadangan internasional—namun tren de-dolarisasi terus meningkat.

2. Pengurangan Efektivitas Sanksi AS


Dolar selama ini menjadi instrumen geopolitik kuat untuk menekan negara lain melalui sanksi finansial. Namun, jika BRICS memiliki sistem pembayaran alternatif — seperti BRICS Pay — dan mata uang bersamanya, efektivitas alat tersebut akan berkurang drastis.

BRICS Pay adalah jaringan pembayaran independen yang memungkinkan transaksi lintas batas dengan mata uang lokal anggota, tanpa bergantung pada sistem SWIFT yang dikendalikan Barat.

Adanya mata uang tunggal yang terintegrasi dalam sistem ini akan menjadikan pemblokiran finansial lebih sulit dilakukan oleh AS.

Hal ini membuka peluang bagi negara-negara yang selama ini lemah terhadap tekanan finansial untuk tetap beroperasi secara multilateral tanpa dolar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Fasilitas Gas Qatar, Korban Berjatuhan
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
5 Mata Uang Calon Pengganti...
5 Mata Uang Calon Pengganti Dolar AS Jika USD Runtuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved