Konyol, Pahlawan Perang Putin Ini Perintahkan Pasukan Elite Rusia Menembaknya demi Uang Besar
Selasa, 26 Agustus 2025 - 10:12 WIB
loading...
A
A
A
Komandan militer berusia 39 tahun itu telah ditampilkan secara menonjol sebagai pahlawan kesayangan media pemerintah, seperti ketika dia muncul dalam video yang dibagikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia tahun lalu untuk memuji para prajurit yang bertempur dalam perang Rusia yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun di Ukraina.
"Sejak kecil, tugas dan kehormatan bukanlah kata-kata kosong bagi saya," klaim Frolov dalam video 2024. "Saya selalu ingin menjadi seorang militer, dan saya pun menjadi seorang militer," ujarnya.
"'The Executioner [Sang Algojo]' adalah seorang sniper," tulis akun resmi Kementerian Pertahanan Rusia dengan bangga di Telegram saat memuji Frolov. "Dia tidak ingin pulang tanpa kemenangan."
Dalam segmen televisi lainnya, Frolov menceritakan kisah muluk tentang penyelamatan—dan bahkan adopsi— seorang gadis muda yang terluka akibat penembakan Ukraina, sebuah kisah yang kini diyakini sebagai fiksi belaka.
"Saya mengangkat dan menggendongnya, dan dia berkata, 'Paman, penyelamatku, kau berdarah'. Saya melihat ke bawah, dan melihat bahwa saya berlumuran darah," kenang Sang Algojo di depan kamera, menurut Times of London.
Frolov pertama kali dikecam Juni lalu, setelah seorang whistleblower melaporkan penipuan cedera palsu tersebut kepada pihak berwenang Rusia, yang memicu penyelidikan.
"Sejak kecil, tugas dan kehormatan bukanlah kata-kata kosong bagi saya," klaim Frolov dalam video 2024. "Saya selalu ingin menjadi seorang militer, dan saya pun menjadi seorang militer," ujarnya.
"'The Executioner [Sang Algojo]' adalah seorang sniper," tulis akun resmi Kementerian Pertahanan Rusia dengan bangga di Telegram saat memuji Frolov. "Dia tidak ingin pulang tanpa kemenangan."
Dalam segmen televisi lainnya, Frolov menceritakan kisah muluk tentang penyelamatan—dan bahkan adopsi— seorang gadis muda yang terluka akibat penembakan Ukraina, sebuah kisah yang kini diyakini sebagai fiksi belaka.
"Saya mengangkat dan menggendongnya, dan dia berkata, 'Paman, penyelamatku, kau berdarah'. Saya melihat ke bawah, dan melihat bahwa saya berlumuran darah," kenang Sang Algojo di depan kamera, menurut Times of London.
Frolov pertama kali dikecam Juni lalu, setelah seorang whistleblower melaporkan penipuan cedera palsu tersebut kepada pihak berwenang Rusia, yang memicu penyelidikan.
Lihat Juga :