Pengamat: Mediasi China Lebih Utamakan Investasi Ketimbang Perdamaian
Selasa, 26 Agustus 2025 - 08:41 WIB
loading...
A
A
A
Meski dibungkus narasi stabilisasi, langkah-langkah tersebut sejalan dengan kepentingan Beijing memperluas investasi di infrastruktur, kereta api, dan sistem pengawasan.
“Prioritas utamanya bukanlah perdamaian berkelanjutan, melainkan perlindungan terhadap investasi dan jalur ekonomi China,” tutur Sen.
Baca Juga: Viral, Turis China Potong Antrean di Universal Studios Singapore: 'Tanpa China, Singapura Tak Ada'
Pola serupa terlihat di Afghanistan. Sejak kelompok Taliban kembali berkuasa, China menampilkan diri sebagai jembatan antara Kabul dan komunitas internasional dengan janji dialog serta stabilitas kawasan. Namun di balik retorika itu, perusahaan China justru mengamankan kontrak eksplorasi minyak di lembah Amu Darya serta membuka kembali negosiasi cadangan tembaga dan litium.
Di Timur Tengah, keberhasilan China menengahi rekonsiliasi Arab Saudi–Iran pada 2023 dipuji sebagai terobosan diplomatik. Akan tetapi, kepentingan utama Beijing dinilai tetap pada akses energi dan pengaruh strategis di kawasan Teluk.
Di Afrika, keterlibatan China dalam perundingan damai Sudan dan Sudan Selatan juga dinilai berpusat pada kepentingan minyak, bukan penyelesaian konflik politik mendalam. Begitu pula di Myanmar, di mana Beijing berperan sebagai broker untuk melindungi proyek Belt and Road Initiative (BRI) serta jalur perdagangan lintas batas dari gangguan instabilitas.
“Prioritas utamanya bukanlah perdamaian berkelanjutan, melainkan perlindungan terhadap investasi dan jalur ekonomi China,” tutur Sen.
Baca Juga: Viral, Turis China Potong Antrean di Universal Studios Singapore: 'Tanpa China, Singapura Tak Ada'
Kasus Afghanistan dan Timur Tengah
Pola serupa terlihat di Afghanistan. Sejak kelompok Taliban kembali berkuasa, China menampilkan diri sebagai jembatan antara Kabul dan komunitas internasional dengan janji dialog serta stabilitas kawasan. Namun di balik retorika itu, perusahaan China justru mengamankan kontrak eksplorasi minyak di lembah Amu Darya serta membuka kembali negosiasi cadangan tembaga dan litium.
Di Timur Tengah, keberhasilan China menengahi rekonsiliasi Arab Saudi–Iran pada 2023 dipuji sebagai terobosan diplomatik. Akan tetapi, kepentingan utama Beijing dinilai tetap pada akses energi dan pengaruh strategis di kawasan Teluk.
Afrika dan Myanmar
Di Afrika, keterlibatan China dalam perundingan damai Sudan dan Sudan Selatan juga dinilai berpusat pada kepentingan minyak, bukan penyelesaian konflik politik mendalam. Begitu pula di Myanmar, di mana Beijing berperan sebagai broker untuk melindungi proyek Belt and Road Initiative (BRI) serta jalur perdagangan lintas batas dari gangguan instabilitas.
Lihat Juga :