Pengamat: Mediasi China Lebih Utamakan Investasi Ketimbang Perdamaian

Selasa, 26 Agustus 2025 - 08:41 WIB
loading...
Pengamat: Mediasi China...
Pengamat menilai mediasi China dalam mendamaikan negara-negara yang berkonflik lebih utamakan investasi ketimbang perdamaian. Ini termasuk dalam konflik Thailand-Kamboja. Foto/via Asia Times
A A A
JAKARTA - Mediasi biasanya dipandang sebagai upaya mulia dalam politik internasional, yang bertujuan meredakan ketegangan dan mencegah meningkatnya konflik. Namun, ketika China menempatkan dirinya sebagai mediator, logika yang mendasarinya kerap berbeda.

Menurut pengamat kebijakan luar negeri Rishan Sen, Beijing menjadikan mediasi bukan sebagai sarana rekonsiliasi, melainkan instrumen memperkuat pengaruh politik sekaligus mengamankan kepentingan bisnisnya.

“Bahasa diplomatik yang digunakan China kerap dibalut istilah harmoni dan stabilitas, tetapi hasil akhirnya sering kali lebih menguntungkan posisi Beijing dibanding komunitas yang terdampak konflik,” ucapnya, dalam keterangan di kantor berita The Irrawady, Selasa (26/8/2025).

Baca Juga: Proyek 'Kedutaan Super' China di London Picu Kepanikan Inggris

Dari Perbatasan hingga Sumber Daya


Konflik perbatasan Thailand–Kamboja baru-baru ini, yang terburuk dalam lebih dari satu dekade, menewaskan sedikitnya 38 orang dan memaksa ratusan ribu lainnya mengungsi. Dalam situasi ini, China tampil sebagai mediator eksternal berkat hubungan ekonominya dengan kedua negara.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menawarkan bantuan untuk “secara objektif dan adil” meredakan ketegangan, sekaligus mendorong kerja sama trilateral dalam bidang pertanian, energi, lingkungan, hingga penegakan hukum.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
AS Sebut Iran Bisa Hidup...
AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
Bintang Piala Dunia...
Bintang Piala Dunia 2026 Elye Wahi Diduga Terlibat Pengaturan Skor
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved