Terancam Diinvasi AS, Venezuela Minta Bantuan China

Minggu, 24 Agustus 2025 - 18:35 WIB
loading...
A A A
“Saya senang dengan kemajuan tahun 2025 ini dalam kerja sama bersama kita dengan China, terutama di bidang ekonomi, sains, teknologi, dan proyek kecerdasan buatan,” tulis Maduro di media sosial.

Sejak pengangkatannya sebagai duta besar untuk Venezuela pada Mei 2023, Hu telah merayakan hubungan dengan negara Amerika Latin tersebut dan kemajuan ekonominya, serta turut mengkritik tekanan dari Washington.

Tahun lalu, di sela-sela peringatan 50 tahun hubungan diplomatik antara China dan Venezuela, Hu mengkritik "tindakan koersif sepihak" AS.

Baca Juga: Ukraina Keluarkan Peringatan Militer kepada Belarusia

"China dan Venezuela bersatu dalam membela hak dan kepentingan negara-negara berkembang dalam menghadapi tindakan koersif sepihak AS, untuk membangun dunia multipolar yang lebih adil dan setara, berdasarkan rasa saling menghormati," kata Hu.

Pernyataan duta besar China ini muncul sekitar waktu yang sama ketika AS menyatakan keprihatinannya atas penangkapan aktivis oposisi menjelang pemilihan presiden Venezuela 2024.

Maduro kemudian dinyatakan sebagai pemenang oleh otoritas pemilu, yang berada di bawah kendali ketat Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV) yang berkuasa di bawah pimpinan Maduro.

Pihak oposisi mempertanyakan proses pemilu, mengklaim bahwa kandidat mereka telah memenangkan suara, dan menerima dukungan dari sebagian besar komunitas internasional. Pemerintah Maduro memastikan bahwa pemilu tersebut sah, meskipun hasil detailnya tidak pernah dipublikasikan.

Beijing menyampaikan kekhawatirannya menyusul pengerahan militer AS baru-baru ini di perairan Karibia dekat Venezuela.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Hizbullah Tolak Pembaruan...
Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon
Viral KBRI Tokyo Umumkan...
Viral KBRI Tokyo Umumkan Resepsi Pernikahan Orang Utan Kalimantan di Tobe Zoo Jepang
Rekomendasi
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved