Terancam Diinvasi AS, Venezuela Minta Bantuan China

Minggu, 24 Agustus 2025 - 18:35 WIB
loading...
Terancam Diinvasi AS,...
Venezuela minta bantuan China untuk bersiap menghadapi perang dengan AS. Foto/X/@ElUniversal
A A A
CARACAS - Di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela, Presiden Nicolás Maduro menyebut China, rival ekonomi terbesar Amerika Serikat, dalam pidatonya tentang pendidikan di negara tersebut. Itu diungkapkan di tengah AS bersiap menginvasi Venezuela.

Saat berbicara tentang tutorial untuk mempelajari hal-hal baru dalam penutupan "Kongres Pedagogis Pertama Guru Bolivarian", Maduro berhenti sejenak untuk memperkenalkan ponsel barunya, yang menurutnya merupakan hadiah dari pemimpin China, Xi Jinping.

Maduro mengatakan ia berkomunikasi dengan Xi melalui ponsel baru itu melalui satelit.

“Anda ingin mempelajari sesuatu, Anda mencari tutorial. Saya ingin belajar cara menggunakan kamera yang dimiliki juru kamera di sana, Anda menulis 'tutorial kamera ini dan itu'. Saya ingin belajar cara menggunakan ponsel Huawei baru ini (merek andalan China dalam perangkat seluler), yang merupakan yang tercanggih di dunia... Ini diberikan kepada saya oleh Presiden Xi Jinping, dari Tiongkok, saya memilikinya di sini. Saya berkomunikasi melalui satelit dengan beliau,” komentar Maduro di acara penutupan.

“Ni hao, ni hao (halo). Xiexie, xiexie (terima kasih),” imbuh presiden Venezuela itu sambil berpura-pura sedang menelepon dalam bahasa Mandarin.

Meskipun mungkin tampak sepele, hal itu merupakan tanda lain dari kebutuhan Venezuela untuk mempublikasikan pemulihan hubungannya dengan Tiongkok di tengah ketegangan dengan AS.

Venezuela memobilisasi milisinya setelah AS mengatakan akan mengerahkan pasukan militer ke perairan di sekitar Amerika Latin

Selain "hadiah" Xi Jinping, ada beberapa pernyataan lain kepada China dalam seminggu terakhir, termasuk kunjungan diplomatik dan pesan dari negara Asia tersebut, yang keduanya berlangsung pada hari Kamis.

Maduro bertemu dengan Lan Hu, duta besar China untuk Venezuela, dan merayakan kemajuan antara kedua negara, terutama di bidang ekonomi, ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian AS dan Iran Tak Mungkin Terjadi, Teheran Akan Memiliki Senjata Nuklir
IRGC: Serangan Balasan...
IRGC: Serangan Balasan ke Kuwait dan Bahrain Harus Jadi Pelajaran bagi AS
Iran Klaim Belum Gunakan...
Iran Klaim Belum Gunakan Semua Senjata Andalannya
4 Alasan Iran Kini Lebih...
4 Alasan Iran Kini Lebih Siap Hadapi Serangan AS, Sudah Memahami Musuh
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Sistem Patriot AS Jadi Penyebab
Iran Serang Bandara...
Iran Serang Bandara Internasional Kuwait Sebabkan Korban, Penerbangan Dihentikan
Rekomendasi
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
Ratu Sofya Sambangi...
Ratu Sofya Sambangi Polda Metro Jaya, Ada Apa?
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Berita Terkini
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved