Badan-badan PBB Serukan Akses Kemanusiaan Segera ke Gaza: Jangan Buang Waktu

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 08:58 WIB
loading...
Badan-badan PBB Serukan...
Warga Palestina yang berjuang melawan kelaparan berbondong-bondong ke titik distribusi bantuan di dekat Perlintasan Zikim di Gaza barat laut untuk mengakses pasokan bantuan yang terbatas di tengah serangan Israel di Jalur Gaza pada 8 Agustus 2025. Foto/Sa
A A A
GAZA - Badan-badan PBB pada hari Jumat (22/8/2025) memperingatkan kelaparan telah merenggut nyawa di Gaza dan mendesak akses kemanusiaan segera dan gencatan senjata. Mereka menekankan anak-anak berada pada risiko kelaparan akut.

Pernyataan bersama Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Program Pangan Dunia (WFP), UNICEF, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) muncul setelah deklarasi bencana kelaparan oleh Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) di Kegubernuran Gaza, salah satu dari lima wilayah di Jalur Gaza, di mana Israel telah membunuh hampir 62.200 warga Palestina sejak Oktober 2023.

Pemantau kelaparan global juga memproyeksikan kelaparan akan menyebar ke Deir al-Balah dan Khan Younis dalam beberapa minggu.

FAO mengatakan orang-orang di Gaza telah kehabisan pilihan untuk bertahan hidup, dengan kelaparan dan malnutrisi yang kini menewaskan setiap hari, dan kerusakan lahan pertanian, ternak, perikanan, dan sistem pangan lainnya memperburuk krisis.

“Prioritas kita sekarang haruslah akses yang aman dan berkelanjutan untuk bantuan pangan skala besar,” ujar Direktur Jenderal FAO Qu Dongyu Qu.

Dia menambahkan, “Akses terhadap pangan bukanlah suatu privilese – melainkan hak asasi manusia yang mendasar.”

WFP, di sisi lain, mencatat peringatan bencana kelaparan telah disampaikan dengan jelas selama berbulan-bulan.

Direktur Eksekutif WFP Cindy McCain mengatakan yang dibutuhkan saat ini adalah lonjakan bantuan, kondisi lapangan yang lebih aman, dan jaringan distribusi yang efektif untuk menjangkau semua orang yang membutuhkan.

“Akses kemanusiaan penuh dan gencatan senjata kini sangat penting untuk menyelamatkan nyawa,” tambahnya.

Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell mengatakan, “Seperti yang telah berulang kali kami peringatkan, tanda-tandanya sangat jelas: anak-anak dengan tubuh yang kurus, terlalu lemah untuk menangis atau makan; bayi meninggal karena kelaparan dan penyakit yang dapat dicegah; orang tua yang datang ke klinik tanpa ada yang tersisa untuk memberi makan anak-anak mereka.”

"Tidak ada waktu yang terbuang," ujarnya, memperingatkan tanpa gencatan senjata segera dan akses kemanusiaan, kelaparan akan meluas dan lebih banyak anak akan meninggal.

Russell menambahkan anak-anak yang berada di ambang kelaparan membutuhkan terapi nutrisi yang disediakan UNICEF.

Sementara itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut gencatan senjata sebagai "keharusan mutlak dan moral."

Dia mengatakan dunia telah menunggu terlalu lama sementara kematian tragis dan tidak perlu meningkat akibat apa yang ia gambarkan sebagai "kelaparan buatan manusia."

Ia memperingatkan malnutrisi yang meluas membuat penyakit umum sekalipun fatal, terutama bagi anak-anak, dan sistem kesehatan Gaza, yang dijalankan oleh "tenaga kesehatan yang kelaparan dan kelelahan," tidak mampu mengatasinya.

"Gaza harus segera dipasok makanan dan obat-obatan untuk menyelamatkan nyawa dan memulai proses pemulihan malnutrisi," ujarnya.

Dia menekankan rumah sakit harus dilindungi, pemblokiran bantuan harus diakhiri, dan "perdamaian harus dipulihkan, agar penyembuhan dapat dimulai."

Baca juga: Menlu Belanda Mundur setelah Gagal Terapkan Sanksi pada Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Jadwal Formula 1 Lenovo...
Jadwal Formula 1 Lenovo Austrian Grand Prix 2026, Live Streaming di VISION+
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
Mulai 1 Juli 2026, Keberangkatan...
Mulai 1 Juli 2026, Keberangkatan Jemaah Umrah di Bandara Soekarno-Hatta Terpusat di Terminal 2F: Cek Tahapannya!
Berita Terkini
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Infografis
PBB Tolak Usulan Trump...
PBB Tolak Usulan Trump Relokasi Warga Palestina ke Luar Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved