Langka, Raja dan Ratu Thailand Terbangkan Sendiri Pesawat Boeing 737 sebagai Pilot dan Kopilot

Jum'at, 22 Agustus 2025 - 10:56 WIB
loading...
Langka, Raja dan Ratu...
Raja Maha Vajiralongkorn dan Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana dari Kerajaan Thailand terbangkan sendiri pesawat Boeing 737-800 saat kunjungan kenegaraan ke Bhutan. Foto/One Mile At A Time
A A A
BANGKOK - Sudah biasa bagi pasangan kepala negara terbang dengan pesawat Boeing 737-800 sebagai penumpang. Tapi beda dengan raja dan ratu Thailand yang menerbangkan sendiri pesawat seperti itu sebagai pilot dan kopilot.

Pemandangan langka ini terjadi pada penerbangan Boeing 737-800 pergi pulang Thailand-Bhutan pada 25 dan 28 April 2025. Pada dua tanggal itu, Raja Maha Vajiralongkorn (Rama X) dan Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana (Suthida Tidjai) mendarat dan kemudian meninggalkan Bhutan setelah kunjungan resmi.

Pasangan penguasa Kerajaan Thailand ini menerbangkan sendiri pesawat tersebut dan sukes mendarat di Bandara Internasional Paro (PBH) Bhutan. "Maaf, Raja Bhutan, saya hanya perlu beberapa menit untuk memeriksa beberapa daftar periksa dan berganti pakaian, lalu saya akan menyapa," kata Raja Rama X dalam video rekaman pendaratan pesawat tersebut.

Baca Juga: Ini Sosok Putri Bajrakitiyabha, Putri Raja Thailand yang Koma 3 Tahun Tak Kunjung Bangun

Hebatnya, PBH terkenal sebagai yang salah satu bandara tersulit di dunia karena lokasinya di antara puncak-puncak terjal Pegunungan Himalaya.

Mengutip laporan dari Travel and Tour World, Jumat (22/8/2025) PBH terletak di ketinggian 7.382 kaki, di mana landasan pacunya dikelilingi oleh pegunungan yang menjulang tinggi, beberapa di antaranya mencapai ketinggian 18.000 kaki.

Jalan menuju bandara sempit dan berbahaya, mengharuskan pilot untuk menavigasi melalui koridor pegunungan yang sempit dengan jarak pandang terbatas. Menambah kompleksitasnya, cuaca di sekitar Paro terkenal tidak dapat diprediksi, dengan arus udara ke atas yang kuat, angin yang berubah-ubah, dan perubahan kondisi yang cepat, yang semuanya menimbulkan tantangan tambahan bahkan bagi pilot yang paling berpengalaman sekalipun.

Keputusan untuk terbang langsung ke Bandara Paro didorong oleh pelatihan militer yang ekstensif dan hasrat Raja Maha Vajiralongkorn terhadap dunia penerbangan. Setelah bertugas sebagai perwira di Angkatan Darat Kerajaan Thailand, sang raja adalah seorang pilot yang sangat terampil, yang memenuhi syarat untuk mengoperasikan berbagai pesawat, termasuk jet militer seperti Northrop F-5 dan F-16, serta pesawat komersial seperti Boeing 737-400 maupun 737-800. Pelatihan lanjutannya dalam penerbangan sipil dan militer memberinya keahlian yang diperlukan untuk menangani kerumitan pendaratan di Paro.

Sedangkan Ratu Suthida, yang sama mahirnya dalam penerbangan, bertindak sebagai kopilot selama penerbangan. Sebelum menjalankan tugas kerajaannya, dia memiliki karier yang gemilang di dunia penerbangan, bekerja sebagai pramugari untuk JALways, anak perusahaan Japan Airlines, dan kemudian di Thai Airways. Latar belakangnya di dunia penerbangan dan perannya sebagai kopilot selama penerbangan tersebut menunjukkan kemahirannya di kokpit.

Bersama-sama, pasangan kerajaan ini menunjukkan keterampilan dan kepercayaan diri yang tinggi dalam mengendalikan pesawat di atas Bandara Paro yang sulit.

Sekadar diketahui, Boeing 737 bukanlah pesawat yang mudah diterbangkan. Untuk mendapatkan lisensi yang diperlukan untuk menerbangkan Boeing 737 seperti yang dilakukan Raja Thailand, seseorang membutuhkan setidaknya 1.500 jam pelatihan.

Langka bagi bangsawan atau pun kepala negara benar-benar melakukan hal seperti itu. Sebagian karena beberapa kepala negara mungkin bahkan tidak diizinkan melakukan itu karena alasan keamanan.

Misalnya, presiden Amerika Serikat sekalipun tidak akan pernah diizinkan menerbangkan pesawatnya sendiri.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Pria China Hajar Brutal...
Pria China Hajar Brutal Pekerja Seks Thailand karena Ternyata Laki-laki
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Infografis
Para Raja dan Ratu Eropa...
Para Raja dan Ratu Eropa yang Dikenal Hiperseks dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved