Khianati Putin, Politisi Rusia Jual Informasi Rahasia ke AS Seharga Rp732,6 Miliar

Kamis, 21 Agustus 2025 - 12:16 WIB
loading...
Khianati Putin, Politisi...
Magomed Gadzhiev, mantan anggota Parlemen Rusia yang mengkhianati negara dengan menjual informasi rahasia kepada AS seharga Rp732,6 miliar. Foto/Duma Negara Federasi Rusia
A A A
MOSKOW - Magomed Gadzhiev, politisi mantan mantan anggota Parlemen Rusia, telah menjual informasi rahasia kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) seharga USD45 juta (Rp732,6 miliar). Demikian pengumuman Kantor Kejaksaan Agung Rusia.

Dalam sebuah pernyataan, kantor tersebut mengatakan bahwa Gadzhiev—yang melarikan diri dari Rusia pada tahun 2023 setelah dimulainya perang Rusia-Ukraina—menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan badan intelijen Barat dengan imbalan kewarganegaraan asing. Kantor tersebut tidak menyebutkan negara yang memberikan kewarganegaraan pada Gadzhiev.

Disebutkan bahwa politisi itu menerima setidaknya USD45 juta dari lembaga pemerintah Amerika yang tidak disebutkan namanya, dan menambahkan bahwa hal ini diduga diungkapkan oleh Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) AS, yang sebelumnya dipimpin oleh Elon Musk.

Baca Juga: Bocoran Dokumen Sebut Ukraina Kehilangan 1,7 Juta Tentara akibat Perang Melawan Rusia

Namun, jaksa penuntut tidak merinci informasi apa yang telah diberikan Gadzhiev kepada Barat.

Mengutip laporan dari Russia Today, Kamis (21/8/2025), pengadilan di wilayah Dagestan, Rusia selatan, sedang berupaya untuk menetapkan Gadzhiev dan anggota keluarganya sebagai "ekstremis", menasionalisasi perusahaan-perusahaannya, dan menyita aset-asetnya.

Pihak berwenang Rusia juga menuduhnya secara terbuka mendukung Ukraina dan mendiskreditkan angkatan bersenjata Rusia, dengan mengatakan bahwa dia menyatakan di luar negeri bahwa dia siap membantu para pendukung Ukraina.

Rincian kasus ini belum diungkapkan, termasuk potensi hukuman jika para tersangka ditahan di Rusia.

Pada Mei 2023, Kementerian Kehakiman menetapkan Gadzhiev—yang juga telah dikeluarkan dari partai berkuasa Rusia Bersatu—sebagai agen asing, dan setahun kemudian, dia dimasukkan dalam daftar orang yang dicari.

Bagi Rusia, Gazhiev dianggap sebagai sosok yang mengkhianati negara pimpinan Presiden Vladimir Putin.

Sergey Melikov, kepala Dagestan, menyebutnya "pengecut dan pengkhianat", dan menambahkan bahwa mantan anggota Parlemen itu siap "menjelek-jelekkan" apa yang "disayangi" oleh rekan-rekan senegaranya dengan imbalan paspor Uni Eropa.

Gadzhiev pernah menjadi pejabat senior di otoritas pajak Rusia sebelum memasuki Parlemen dan menjadi anggota Duma Negara dari tahun 2003 hingga 2021. Beberapa media Barat mengeklaim bahwa meskipun diasingkan, dia berhasil melanjutkan gaya hidup mewahnya, dengan properti di Prancis dan Miami.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
AS Bidik Tuan Rumah...
AS Bidik Tuan Rumah Piala Dunia 2038
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Berita Terkini
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved