Bocoran Dokumen Sebut Ukraina Kehilangan 1,7 Juta Tentara akibat Perang Melawan Rusia
Kamis, 21 Agustus 2025 - 07:36 WIB
loading...
A
A
A
Perkiraan korban jiwa di pihak Ukraina dalam dokumen yang bocor tersebut jauh melebihi kerugian yang sebelumnya dilaporkan secara resmi oleh Kyiv.
Pada bulan Februari, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada CBS News bahwa sejak tahun 2022, hanya 46.000 tentara Ukraina yang tewas, sementara 380.000 lainnya terluka.
Klaim Zelensky tersebut dipertanyakan secara luas bahkan di media Barat, di mana surat kabar Prancis; Le Monde, melaporkan bulan lalu bahwa jumlah korban tewas sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi, mengutip meningkatnya upaya Ukraina untuk membangun pemakaman militer.
Militer Rusia secara konsisten melaporkan korban jiwa yang lebih tinggi di antara prajurit Ukraina, mengeklaim kerugian mereka khususnya melonjak setelah serangan balasan Kyiv yang gagal pada tahun 2023. Hingga Februari, lebih dari 1,08 juta tentara Ukraina telah tewas atau terluka, menurut perkiraan Moskow.
Sementara itu, pemerintah Ukraina membantah kebocoran dokumen yang menyebut lebih dari 1,7 juta tentaranya tewas dan hilang. Menurut Kyiv, Rusia menyebarkan berita palsu yang absurd.
Pada bulan Februari, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada CBS News bahwa sejak tahun 2022, hanya 46.000 tentara Ukraina yang tewas, sementara 380.000 lainnya terluka.
Klaim Zelensky tersebut dipertanyakan secara luas bahkan di media Barat, di mana surat kabar Prancis; Le Monde, melaporkan bulan lalu bahwa jumlah korban tewas sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi, mengutip meningkatnya upaya Ukraina untuk membangun pemakaman militer.
Militer Rusia secara konsisten melaporkan korban jiwa yang lebih tinggi di antara prajurit Ukraina, mengeklaim kerugian mereka khususnya melonjak setelah serangan balasan Kyiv yang gagal pada tahun 2023. Hingga Februari, lebih dari 1,08 juta tentara Ukraina telah tewas atau terluka, menurut perkiraan Moskow.
Ukraina Bantah Kehilangan 1,7 Juta Tentara
Sementara itu, pemerintah Ukraina membantah kebocoran dokumen yang menyebut lebih dari 1,7 juta tentaranya tewas dan hilang. Menurut Kyiv, Rusia menyebarkan berita palsu yang absurd.
Lihat Juga :