Jerman dan Prancis Tampung Anak-anak dari Kamp Yunani

Jum'at, 11 September 2020 - 05:05 WIB
loading...
Jerman dan Prancis Tampung...
Pengungsi dan migran tidur di jalan setelah kamp Moria terbakar di Yunani, 10 September 2020. Foto/REUTERS
A A A
BERLIN - Jerman dan Prancis akan menampung anak-anak yang tak lagi memiliki tempat berlindung setelah kebakaran menghanguskan kamp migran di pulau Lesbos, Yunani pekan ini.

Pernyataan itu diungkapkan Kanselir Jerman Angela Merkel pada Kamis (10/9). “Saya bertanya pada perdana menteri Yunani tentang bagaimana kami dapat membantu. Dan harapannya ialah kami menampung anak-anak yang telah dibawa ke sana,” ungkap Merkel saat memperingati peringatan 30 tahun reunifikasi Jerman.

“Kita telah memiliki kontak dengan Prancis. Jerman dan Prancis akan mengambil bagian (dalam upaya ini),” kata Merkel.

Kamp Moria di Lesbos yang menampung lebih dari 12.000 orang hampir hancur total dan otoritas Yunani menyelidikan apakah kebakaran itu akibat tindakan sengaja.

Kerusakan di Moria meningkatkan kembali pembahasan isu migrasi dan suaka yang masih memecah negara-negara anggota Uni Eropa dalam lima tahun terakhir setelah krisis migran 2015 saat 1,1 juta migran meminta perlindungan di Jerman. (Baca Juga: Trump: AS Punya Senjata Nuklir yang Belum Pernah Dilihat Rusia dan China)

Komisi Eropa akan menyajikan proposal untuk kebijakan suaka umum pada akhir bulan ini. (Baca Infografis: Akibat 'Perang Melawan Teror' AS, 37 Juta Orang Telah Terlantar)

Negara-negara seperti Polandia dan Hungaria menentang ide bahwa tanggaung jawab menampung para migran harus dibagi di antara negara-negara UE. Yunani dan Italia menyatakan mereka tak bisa menampung sendiri migran yang baru datang. (Lihat Video: Pemprov DKI Jakarta Tarik Rem Darurat, Ibu Kota Kembali PSBB)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
3 Fakta Kereta Leo Express...
3 Fakta Kereta Leo Express dengan Rute Terpanjang di Eropa hingga 1.300 Km
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Istana Sangkal Kabar...
Istana Sangkal Kabar Presiden Prabowo ke Italia usai Kunjungi Prancis
Israel Setujui RUU Larang...
Israel Setujui RUU Larang Seruan Azan, Hakim Agung Palestina: Serangan Terhadap Umat Islam
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Lumpuhkan Bandara General Santos, 17 Penerbangan Dibatalkan!
Rekomendasi
Kejari Tangerang Tegaskan...
Kejari Tangerang Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Dokter Richard Lee di Lapas
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
Jadi Atensi Publik,...
Jadi Atensi Publik, Kejaksaan Siapkan 7 Jaksa Senior Kawal Sidang Richard Lee
Berita Terkini
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved