Kepresidenan Palestina Desak AS Tekan Israel Terima Gencatan Senjata dengan Hamas
Selasa, 19 Agustus 2025 - 19:59 WIB
loading...
Nabil Abu Rudeineh, juru bicara kepresidenan Palestina. Foto/anadolu
A
A
A
TEPI BARAT - Seorang pejabat senior Palestina mendesak Amerika Serikat (AS) untuk memaksa Israel menerima kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan dengan Hamas. Desakan itu menyusul pengumuman Hamas yang menerima kesepakatan yang diajukan Mesir dan Qatar.
"Waktunya telah tiba untuk gencatan senjata segera di Jalur Gaza," ujar Nabil Abu Rudeineh, juru bicara kepresidenan Palestina, dalam wawancara televisi.
Abu Rudeineh memuji upaya yang dilakukan Mesir dan Qatar yang menghasilkan perkembangan ini, dan menambahkan, "Kami sekarang berharap Israel akan mendukung inisiatif ini, karena persetujuannya sangat penting, dan indikasi menunjukkan kemajuan sedang dicapai."
Ia mendesak Amerika Serikat memberikan tekanan yang tulus kepada Israel, dengan menyoroti dukungan finansial, militer, dan politiknya yang substansial bagi Tel Aviv.
"Netanyahu acuh tak acuh terhadap masyarakat Israel atau oposisi; ia dibatasi oleh pemerintahan sayap kanan ekstrem yang memaksanya mengambil tindakan tertentu," ujarnya.
Abu Rudeineh menekankan pemerintah AS kini bertanggung jawab untuk bertindak tegas guna memfasilitasi upaya-upaya ini dan mengakhiri konflik.
Ia mencatat kepemimpinan Palestina telah mengadvokasi gencatan senjata dan pertukaran tahanan selama lebih dari dua puluh bulan untuk melindungi rakyat Gaza dari kekerasan, pengungsian, dan kelaparan yang terus-menerus direkayasa dan dipaksakan Israel.
Ia menunjukkan terdapat upaya bersama dari Palestina, negara-negara Arab, dan komunitas internasional untuk memastikan keberhasilan gencatan senjata di Gaza, meskipun Israel bersikeras mengupayakan kesepakatan yang komprehensif, alih-alih parsial.
Baca juga: Hamas Setujui Proposal Gencatan Senjata, Buka Jalan Kesepakatan Lebih Luas
"Waktunya telah tiba untuk gencatan senjata segera di Jalur Gaza," ujar Nabil Abu Rudeineh, juru bicara kepresidenan Palestina, dalam wawancara televisi.
Abu Rudeineh memuji upaya yang dilakukan Mesir dan Qatar yang menghasilkan perkembangan ini, dan menambahkan, "Kami sekarang berharap Israel akan mendukung inisiatif ini, karena persetujuannya sangat penting, dan indikasi menunjukkan kemajuan sedang dicapai."
Ia mendesak Amerika Serikat memberikan tekanan yang tulus kepada Israel, dengan menyoroti dukungan finansial, militer, dan politiknya yang substansial bagi Tel Aviv.
"Netanyahu acuh tak acuh terhadap masyarakat Israel atau oposisi; ia dibatasi oleh pemerintahan sayap kanan ekstrem yang memaksanya mengambil tindakan tertentu," ujarnya.
Abu Rudeineh menekankan pemerintah AS kini bertanggung jawab untuk bertindak tegas guna memfasilitasi upaya-upaya ini dan mengakhiri konflik.
Ia mencatat kepemimpinan Palestina telah mengadvokasi gencatan senjata dan pertukaran tahanan selama lebih dari dua puluh bulan untuk melindungi rakyat Gaza dari kekerasan, pengungsian, dan kelaparan yang terus-menerus direkayasa dan dipaksakan Israel.
Ia menunjukkan terdapat upaya bersama dari Palestina, negara-negara Arab, dan komunitas internasional untuk memastikan keberhasilan gencatan senjata di Gaza, meskipun Israel bersikeras mengupayakan kesepakatan yang komprehensif, alih-alih parsial.
Baca juga: Hamas Setujui Proposal Gencatan Senjata, Buka Jalan Kesepakatan Lebih Luas
(sya)
Lihat Juga :