Takut Pertengkaran dengan Trump Terulang, Presiden Zelensky Dikawal 7 Pemimpin Eropa

Senin, 18 Agustus 2025 - 18:05 WIB
loading...
Takut Pertengkaran dengan...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dikawal tujuh pemimpin Eropa. Foto/X
A A A
WASHINGTON - Para pemimpin Eropa dan NATO mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka akan bergabung dengan Presiden Volodymyr Zelensky di Washington untuk pembicaraan penting dengan Presiden Trump. Itu sebagai bentuk dukungan mendukung pemimpin Ukraina tersebut setelah ia tidak hadir dalam pertemuan puncak Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Langkah luar biasa ini — dengan satu demi satu pemimpin Eropa mengumumkan bahwa mereka akan mendampingi Zelensky ketika ia berkunjung ke Gedung Putih pada hari Senin — merupakan upaya nyata untuk memastikan pertemuan tersebut berjalan lebih baik daripada pertemuan terakhir di bulan Februari, ketika Trump mengecam presiden Ukraina dalam pertemuan panas di Ruang Oval.

"Orang-orang Eropa sangat takut kejadian di Ruang Oval terulang kembali, sehingga mereka ingin mendukung Tuan Zelenskyy sepenuhnya," kata pensiunan Jenderal Prancis, Dominique Trinquand, mantan kepala misi militer Prancis di Perserikatan Bangsa-Bangsa, dilansir CBS.

"Ini adalah perebutan kekuasaan dan posisi yang kuat yang mungkin akan menguntungkan Trump," ujarnya dalam wawancara telepon.

Kehadiran para pemimpin Eropa di sisi Zelensky, yang menunjukkan dukungan Eropa untuk Ukraina, berpotensi membantu meredakan kekhawatiran di Kyiv dan ibu kota Eropa lainnya bahwa Ukraina berisiko dipaksa untuk mencapai kesepakatan damai yang menurut Trump ingin ditengahi oleh Rusia.

Mereka yang mengawal Zelensky adalah Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Sekjen NATO Mark Rutte, PM Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, PM Italia Giorgia Meloni, dan Presiden Finlandia Alexander Stubb.

Tampil di acara "Face the Nation with Margaret Brennan" pada hari Minggu, Rubio menepis anggapan bahwa para pemimpin Eropa bergabung dengan Zelenskyy di Washington untuk memberikan dukungan kepada presiden Ukraina agar mencegahnya menerima kesepakatan yang buruk setelah pertemuan yang kontroversial awal tahun ini.

Baca Juga: Hanya karena Gagal Ujian pas SMA, Perempuan Aljazair Ini Diisolasi selama 25 Tahun di Rumahnya

"Kami telah bekerja sama dengan orang-orang ini selama berminggu-minggu untuk hal ini," kata Rubio. "Mereka datang ke sini besok karena mereka seharusnya datang ke sini besok. Kami mengundang mereka. Presiden mengundang mereka."

Menteri Luar Negeri tersebut menjelaskan bahwa setelah pertemuan dengan Putin, "kami merasa, dan saya setuju, bahwa ada kemajuan yang cukup — tidak banyak — tetapi kemajuan yang dicapai dalam perundingan tersebut cukup untuk memungkinkan kami melangkah ke fase berikutnya."

"Saya tidak mengatakan kami berada di ambang kesepakatan damai, tetapi saya mengatakan bahwa kami melihat adanya pergerakan," tambah Rubio. "Pergerakan yang cukup untuk membenarkan pertemuan lanjutan dengan Zelenskyy dan pihak Eropa, pergerakan yang cukup bagi kami untuk mendedikasikan lebih banyak waktu untuk ini."

Belum jelas apakah semua atau hanya beberapa pemimpin Eropa yang akan berpartisipasi dalam pertemuan dengan Trump.

Zelenskyy pada Minggu malam mengatakan ia telah tiba di Washington, D.C., dan "bersyukur" atas undangan Trump.

"Kita semua memiliki keinginan kuat untuk mengakhiri perang ini dengan cepat dan andal. Dan perdamaian harus langgeng. Tidak seperti bertahun-tahun lalu, ketika Ukraina terpaksa menyerahkan Krimea dan sebagian wilayah Timur kami—sebagian Donbas—dan Putin hanya menggunakannya sebagai batu loncatan untuk serangan baru," tulis Zelenskyy.

"... Saya yakin bahwa kami akan membela Ukraina, menjamin keamanan secara efektif, dan bahwa rakyat kami akan selalu berterima kasih kepada Presiden Trump, semua orang di Amerika, dan setiap mitra serta sekutu atas dukungan dan bantuan mereka yang tak ternilai. Rusia harus mengakhiri perang ini, yang dimulainya sendiri. Dan saya berharap bahwa kekuatan bersama kita dengan Amerika, dengan teman-teman Eropa kita, akan memaksa Rusia menuju perdamaian sejati. Terima kasih!"

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengumumkan di X bahwa ia akan berpartisipasi dalam perundingan tersebut, "atas permintaan Presiden Zelenskyy."

Sekretaris jenderal aliansi militer NATO, Mark Rutte, juga akan berpartisipasi dalam pertemuan tersebut, kata layanan persnya.

Kantor Presiden Emmanuel Macron mengumumkan bahwa pemimpin Prancis tersebut akan melakukan perjalanan ke Washington pada hari Senin "mendampingi Presiden Zelenskyy" meskipun tidak secara spesifik menyebutkan bahwa ia akan hadir dalam pertemuan tersebut.

Kanselir Jerman Friedrich Merz juga akan menjadi bagian dari kelompok Eropa tersebut, tetapi pernyataan dari kantornya juga tidak menyebutkan bahwa ia akan hadir dalam pembicaraan dengan Trump.

Perjalanan berkelompok ini menggarisbawahi tekad para pemimpin Eropa untuk memastikan bahwa Eropa memiliki suara dalam upaya perdamaian Trump, setelah pertemuan puncak presiden AS pada hari Jumat dengan Putin — yang tidak mengundang Zelenskyy.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Kejutan, Jerman Kebobolan...
Kejutan, Jerman Kebobolan Lawan Paraguay di Babak Pertama
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved