Hamas Kecam Rencana Pencaplokan Gaza oleh Israel, Berikut 3 Penyebabnya

Minggu, 17 Agustus 2025 - 21:50 WIB
loading...
Hamas Kecam Rencana...
Hamas kecam rencana pencaplokan Gaza oleh Israel. Foto/X
A A A
GAZA - Kelompok Palestina Hamas mengatakan rencana relokasi Israel ke Gaza merupakan "gelombang baru genosida dan pengungsian" bagi ratusan ribu penduduk wilayah kantong tersebut. Itu sebagai langkah tegas Hamas untuk terus melawan Israel.

Hamas Kecam Rencana Pencaplokan Gaza oleh Israel, Berikut 3 Penyebabnya

1. Israel Mengabaikan Hukum Internasional dan Kemanusiaan

"Rencana untuk menduduki Gaza dan menggusur penduduknya merupakan kejahatan perang besar yang mencerminkan pengabaian pendudukan terhadap hukum internasional dan kemanusiaan," demikian pernyataan di Telegram.

Kelompok tersebut mengatakan rencana penempatan tenda dan tempat penampungan lainnya oleh Israel di Jalur Gaza selatan merupakan "tipuan terang-terangan" untuk menutupi rencana penggusurannya.

BacaJuga: Mantan Panglima Militer Israel Sebut Netanyahu Seret Zionis ke Jurang Kehancuran

2. Zionis Selalu Didukung AS

Dukungan politik dan militer dari AS "memberikan lampu hijau bagi pendudukan untuk melanjutkan kejahatan genosida dan pembersihan etnis", menurut pernyataan Hamas.

Kelompok tersebut menyerukan negara-negara Arab dan Muslim serta komunitas internasional lainnya untuk menentang rencana Israel tersebut.

Militer Israel mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka akan mulai mengizinkan organisasi bantuan internasional untuk membawa tenda dan peralatan guna membangun tempat perlindungan ke Gaza selatan sebelum membersihkan warga sipil dari "zona pertempuran" di utara.

3. Melanjutkan Genosida

Kelompok Palestina tersebut mengatakan bahwa komentar terbaru mantan kepala intelijen militer Israel, Aharon Haliva, merupakan "pengakuan eksplisit atas doktrin genosida" Israel.

Haliva mengatakan: "Untuk setiap orang yang terbunuh pada 7 Oktober, 50 warga Palestina harus mati."

Pernyataan Hamas di Telegram menyatakan: “Seruan Haliva untuk membunuh 50 warga Palestina untuk setiap warga Israel, terlepas dari apakah mereka anak-anak atau perempuan, adalah kebijakan kriminal yang sistematis.

“Pengakuan tersebut mengungkapkan bahwa kejahatan pendudukan merupakan hasil dari keputusan tingkat tinggi dan kebijakan resmi dari pimpinan politik dan keamanan entitas kriminal Nazi,” demikian pernyataan tersebut, seraya menyerukan “Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pengadilan internasional untuk mendokumentasikan pengakuan ini”.

Saluran 12 Israel menayangkan rekaman bocoran pernyataan Haliva. Ia menambahkan bahwa pembunuhan ini “diperlukan untuk generasi mendatang”.

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa “mereka perlu melakukan Nakba sesekali untuk merasakan akibatnya,” merujuk pada pembersihan etnis Palestina yang brutal pada tahun 1948 oleh milisi Zionis.

Haliva terdengar bersikeras bahwa pembunuhan tersebut “bukanlah balas dendam”, melainkan “pencegahan bagi generasi mendatang”.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Rekrutmen Disabilitas,...
Rekrutmen Disabilitas, Polri: Disesuaikan Kompentensi dan Kebutuhan
Catat! Minggu 28 Juni...
Catat! Minggu 28 Juni 2026 Tidak Ada CFD di Jalan Rasuna Said
Sarwendah Buat Aduan...
Sarwendah Buat Aduan ke KPAI soal Nafkah Anak, Begini Tanggapan Ruben Onsu
Berita Terkini
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Infografis
Membangkang, Panglima...
Membangkang, Panglima Israel Tolak Perintah Serang Gaza Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved