Terungkap, Sekutu AS Ini Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk China
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 13:05 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip beberapa sumber pemerintah, surat kabar Jepang; Yomiuri Shimbun, melaporkan pada hari Kamis bahwa jet tempur F-2 Jepang, yang mampu melakukan serangan anti-kapal, "memeriksa prosedur" untuk melakukan serangan terhadap kapal induk dengan rudal selama latihan pada bulan Juni.
Latihan ini dilakukan di atas perairan utara Kepulauan Senkaku yang disengketakan—bagian dari kepulauan barat daya Jepang tetapi diklaim oleh China sebagai wilayahnya—di Laut China Timur.
Selama misi kapal induk ganda China, CNS Liaoning singgah di dekat Kepulauan Senkaku pada akhir Mei saat berlayar dari Laut China Timur menuju Samudra Pasifik yang lebih luas. Kapal itu berlayar di dekat kepulauan itu lagi pada pertengahan Juni saat kembali ke China, menurut analisis peta yang diterbitkan Newsweek, Jumat (15/8/2025).
Laporan Yomiuri Shimbun mencatat pentingnya latihan militer Jepang, dengan menyatakan bahwa jet tempur F-2 memiliki kemampuan siluman yang terbatas, yang menunjukkan bahwa latihan tersebut akan tampak "terlihat" oleh pasukan China. Lebih lanjut, area latihan tersebut bukanlah lokasi yang dianggap sebagai "lokasi standar" bagi militer Jepang.
Jet tempur F-2, yang dikembangkan bersama oleh Jepang dan AS dan didasarkan pada desain F-16 Amerika, dioptimalkan untuk peran udara-ke-permukaan guna melindungi jalur laut Jepang. Setiap pesawat dilaporkan mampu membawa hingga empat rudal anti-kapal.
Latihan ini dilakukan di atas perairan utara Kepulauan Senkaku yang disengketakan—bagian dari kepulauan barat daya Jepang tetapi diklaim oleh China sebagai wilayahnya—di Laut China Timur.
Selama misi kapal induk ganda China, CNS Liaoning singgah di dekat Kepulauan Senkaku pada akhir Mei saat berlayar dari Laut China Timur menuju Samudra Pasifik yang lebih luas. Kapal itu berlayar di dekat kepulauan itu lagi pada pertengahan Juni saat kembali ke China, menurut analisis peta yang diterbitkan Newsweek, Jumat (15/8/2025).
Laporan Yomiuri Shimbun mencatat pentingnya latihan militer Jepang, dengan menyatakan bahwa jet tempur F-2 memiliki kemampuan siluman yang terbatas, yang menunjukkan bahwa latihan tersebut akan tampak "terlihat" oleh pasukan China. Lebih lanjut, area latihan tersebut bukanlah lokasi yang dianggap sebagai "lokasi standar" bagi militer Jepang.
Jet tempur F-2, yang dikembangkan bersama oleh Jepang dan AS dan didasarkan pada desain F-16 Amerika, dioptimalkan untuk peran udara-ke-permukaan guna melindungi jalur laut Jepang. Setiap pesawat dilaporkan mampu membawa hingga empat rudal anti-kapal.
Lihat Juga :