Putin Puji Upaya Energik dan Tulus Trump untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina

Jum'at, 15 Agustus 2025 - 10:42 WIB
loading...
Putin Puji Upaya Energik...
Presiden Rusia Vladimir Putin puji upaya energik dan tulus pemerintah Donald Trump dalam mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Foto/Sputniknews
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin memuji pemerintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang dia sebut berupaya secara energik dan tulus, dalam mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Pujian ini disampaikan Kamis atau menjelang pertemuan puncak mereka di Alaska pada hari Jumat (15/8/2025).

Putin tampak optimistis bahwa pertemuan di Anchorage hari ini dapat menciptakan kondisi jangka panjang bagi perdamaian antara Moskow dan Washington. "Serta di Eropa, dan di dunia secara keseluruhan," ujarnya kepada para pejabat senior Rusia.

"Pemerintahan Amerika saat ini sedang melakukan, menurut pendapat saya, upaya yang cukup energik dan tulus untuk menghentikan permusuhan, menghentikan krisis, dan mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak yang terlibat dalam konflik ini," imbuh Putin, yang dilansir CNN.

Baca Juga: Putin dan Trump Berunding, Kapal Perang AS-Rusia-China Kepung Alaska

Lebih lanjut, mantan agen KGB berusia 72 tahun itu membuka peluang untuk menghidupkan kembali perjanjian kontrol senjata nuklir antara AS dan Rusia yang dikenal sebagai Perjanjian New START.

"Kesepakatan damai mungkin terjadi pada tahap selanjutnya negosiasi jika AS dan Rusia dapat mencapai kesepakatan di bidang kendali atas senjata ofensif strategis," kata Putin, merujuk pada senjata nuklir.

AS dan Rusia menandatangani Perjanjian New START pada tahun 2011, sebuah perjanjian yang membatasi pengerahan senjata nuklir strategis. Kesepakatan ini semestinya berakhir pada 5 Februari 2026. Namun, kedua pihak saling menarik diri dari perjanjian tersebut dengan saling menuduh telah melakukan pelanggaran perjanjian.

Perjanjian tersebut membatasi setiap negara untuk mengerahkan maksimal 1.550 hulu ledak nuklir dan 700 rudal serta pesawat pengebom. Pakta tersebut juga menyerukan inspeksi lokasi bersama, yang sempat terhenti selama pandemi Covid-19 pada tahun 2020.

Pertemuan Trump dan Putin hari ini akan berlangsung di Anchorage, Alaska, di Elmendorf-Richardson Joint Base.

Trump mengatakan pertemuannya dengan Putin di Alaska akan "menyiapkan meja" untuk kemungkinan pertemuan di masa mendatang mengenai perang di Ukraina dengan kehadiran Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Trump memperkirakan ada kemungkinan 25% bahwa pertemuan puncaknya dengan Putin di Alaska akan gagal.

Zelensky telah bertemu dengan para pemimpin dunia Eropa menjelang pertemuan antara Trump dan Putin.

Pertemuan Trump-Putin akan dimulai dengan percakapan empat mata, dengan para pemimpin hanya diapit oleh penerjemah. Para pemimpin akan berbincang sambil sarapan dan kemudian berencana mengadakan konferensi pers bersama.

Trump sebelumnya menyuarkan frustrasinya dengan Putin karena enggan mengakhiri perangnya di Ukraina. "Kita menerima banyak omong kosong yang dilontarkan Putin, jika Anda ingin tahu yang sebenarnya," kata Trump bulan lalu.

"Dia selalu sangat baik, tetapi ternyata tidak berarti," imbuh dia.

Putin dilaporkan telah mendesak Ukraina untuk menyerahkan wilayah penting yang diklaim Rusia—dan tidak dapat direbut dengan paksa—agar kesepakatan damai yang langgeng dapat tercapai.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Sejarah! Kongo Tundukkan...
Sejarah! Kongo Tundukkan Uzbekistan Lewat Laga Dramatis dan Tantang Inggris di 32 Besar
Jejak Perang yang Diabadikan...
Jejak Perang yang Diabadikan dalam Al Quran, Apa Saja?
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Berita Terkini
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved