Memanas, Prancis Setop Perpanjangan Visa Staf Keamanan Maskapai Israel El Al di Paris

Rabu, 13 Agustus 2025 - 10:11 WIB
loading...
Memanas, Prancis Setop...
Pesawat maskapai Israel El Al mendarat di Tel Aviv. Foto/israelairlinemuseum
A A A
PARIS - Otoritas Prancis menghentikan perpanjangan visa kerja untuk personel keamanan maskapai Israel El Al di Paris. Kabar itu diungkap media Israel, Selasa (12/8/2025).

Perkembangan ini terjadi di tengah ketegangan terkait rencana Prancis mengakui negara Palestina.

Menurut harian Yedioth Ahronoth, para karyawan tersebut, yang terdaftar sebagai staf ITAN, atau warga negara Israel yang bekerja di misi diplomatik, sebelumnya memegang visa yang memungkinkan mereka untuk tinggal dan bekerja di Prancis secara legal.

Keputusan yang dilaporkan ini berarti mereka sekarang dianggap bekerja dan bermukim di negara tersebut tanpa izin yang sah.

Surat kabar tersebut mengatakan banyak pekerja terpaksa mendapatkan visa diplomatik sementara melalui kedutaan besar Israel di Paris, sementara yang lain telah kembali ke Israel setelah gagal mendapatkan perpanjangan.

Belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Prancis.

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan kepada The Jerusalem Post bahwa masalah ini sedang ditangani kedutaan besarnya di Paris berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Prancis.

Langkah yang dilaporkan ini diambil setelah serangkaian insiden yang menargetkan maskapai tersebut di ibu kota Prancis.

Pekan lalu, kantor El Al di Paris dirusak dengan grafiti bertuliskan "Maskapai genosida El Al", yang mendorong perusahaan mengevakuasi semua personel dari kota tersebut.

Pada hari Senin, pilot El Al melaporkan seorang pengatur lalu lintas udara di Bandara Charles de Gaulle Paris meneriakkan "Bebaskan Palestina" melalui interkom saat pesawat mereka meluncur ke landasan pacu.

Ketegangan meningkat antara Prancis dan Israel setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan rencana mengakui negara Palestina pada bulan September.

Israel menghadapi kecaman yang semakin besar atas perang genosidanya di Gaza, yang telah menewaskan hampir 61.600 warga Palestina sejak Oktober 2023.

November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di wilayah kantong tersebut.

Baca juga: Gedung Putih Ungkap Trump dan Putin akan Bertemu di Anchorage Alaska
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
Meriah! Road To Kilau...
Meriah! Road To Kilau Raya MNCTV Guncang Mojokerto dengan Penampilan Inul Daratista dan Happy Asmara
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
El Clasico di Tanah...
El Clasico di Tanah Borneo: Misi Persija Putus Dominasi Persib
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved