Gedung Putih Ungkap Trump dan Putin akan Bertemu di Anchorage Alaska
Rabu, 13 Agustus 2025 - 06:12 WIB
loading...
Pemandangan kota Anchorage, Alaska. Foto/Global Look Press/Walter Bibikow
A
A
A
WASHINGTON - Kota Anchorage, Alaska, akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada hari Jumat (15/8/, menurut Gedung Putih. Trump sebelumnya mengumumkan pertemuan tersebut akan diadakan di negara bagian terbesar di AS, tetapi lokasi pastinya masih belum diketahui hingga saat ini.
"Banyak lokasi" dibahas sebagai lokasi potensial untuk pertemuan tersebut, menurut juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt.
Trump "sangat tersanjung" bahwa satu negara bagian AS akhirnya dipilih sebagai tempat pertemuan dan ia "menantikan untuk menjamu Presiden Putin di tanah Amerika," ujarnya kepada para wartawan dalam pengarahan di Washington.
“Jadwal untuk hari Jumat masih disusun," ujar Leavitt. Ia menambahkan AS bekerja sama erat dengan Rusia terkait masalah ini.
Sebelumnya pada hari Selasa, Moskow mengungkapkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio melalui telepon untuk membahas "beberapa aspek" dari pertemuan puncak yang akan datang, tetapi tidak memberikan detail apa pun tentang percakapan mereka.
Juru bicara Gedung Putih juga tidak menutup kemungkinan kunjungan Trump ke Rusia di masa mendatang. "Mungkin, ada rencana ke depannya untuk mengunjungi Rusia," ujarnya ketika ditanya tentang niat presiden.
Membahas ekspektasi Trump terhadap pertemuan puncak tersebut, Leavitt mengatakan tujuan pertemuan tersebut "adalah untuk mencapai pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana kita dapat mengakhiri" konflik antara Moskow dan Kiev.
Menurut juru bicara tersebut, Trump "menyetujui pertemuan ini atas permintaan Presiden Putin" yang disampaikan melalui utusan khusus Steve Witkoff.
Pertemuan ini berlangsung setelah perundingan tiga jam antara Putin dan Witkoff di Moskow pekan lalu.
Trump juga berharap dapat mengatur pertemuan trilateral yang melibatkan Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, menurut Leavitt.
Zelensky dan sejumlah pemimpin Eropa Barat serta pejabat Uni Eropa sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan yang menegaskan tidak ada keputusan tentang penyelesaian konflik yang boleh dibuat tanpa masukan dari Kiev.
Presiden Rusia mengatakan ia "pada prinsipnya tidak menentang" pertemuan dengan Zelensky, tetapi menegaskan "kondisi tertentu harus diciptakan" agar pertemuan itu dapat terlaksana.
Moskow telah berulang kali menuduh pemimpin Ukraina tersebut mengingkari janjinya dan memperpanjang konflik yang tidak dapat dimenangkannya secara tidak perlu.
Kremlin juga meragukan kemampuan Zelensky menandatangani perjanjian yang mengikat, karena masa jabatan presidennya berakhir tahun lalu, tetapi ia menolak mengadakan pemilihan umum baru, dengan alasan darurat militer.
Baca juga: Trump: Pertemuan Berikutnya akan Berlangsung dengan Zelensky dan Putin
"Banyak lokasi" dibahas sebagai lokasi potensial untuk pertemuan tersebut, menurut juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt.
Trump "sangat tersanjung" bahwa satu negara bagian AS akhirnya dipilih sebagai tempat pertemuan dan ia "menantikan untuk menjamu Presiden Putin di tanah Amerika," ujarnya kepada para wartawan dalam pengarahan di Washington.
“Jadwal untuk hari Jumat masih disusun," ujar Leavitt. Ia menambahkan AS bekerja sama erat dengan Rusia terkait masalah ini.
Sebelumnya pada hari Selasa, Moskow mengungkapkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio melalui telepon untuk membahas "beberapa aspek" dari pertemuan puncak yang akan datang, tetapi tidak memberikan detail apa pun tentang percakapan mereka.
Juru bicara Gedung Putih juga tidak menutup kemungkinan kunjungan Trump ke Rusia di masa mendatang. "Mungkin, ada rencana ke depannya untuk mengunjungi Rusia," ujarnya ketika ditanya tentang niat presiden.
Membahas ekspektasi Trump terhadap pertemuan puncak tersebut, Leavitt mengatakan tujuan pertemuan tersebut "adalah untuk mencapai pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana kita dapat mengakhiri" konflik antara Moskow dan Kiev.
Menurut juru bicara tersebut, Trump "menyetujui pertemuan ini atas permintaan Presiden Putin" yang disampaikan melalui utusan khusus Steve Witkoff.
Pertemuan ini berlangsung setelah perundingan tiga jam antara Putin dan Witkoff di Moskow pekan lalu.
Trump juga berharap dapat mengatur pertemuan trilateral yang melibatkan Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, menurut Leavitt.
Zelensky dan sejumlah pemimpin Eropa Barat serta pejabat Uni Eropa sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan yang menegaskan tidak ada keputusan tentang penyelesaian konflik yang boleh dibuat tanpa masukan dari Kiev.
Presiden Rusia mengatakan ia "pada prinsipnya tidak menentang" pertemuan dengan Zelensky, tetapi menegaskan "kondisi tertentu harus diciptakan" agar pertemuan itu dapat terlaksana.
Moskow telah berulang kali menuduh pemimpin Ukraina tersebut mengingkari janjinya dan memperpanjang konflik yang tidak dapat dimenangkannya secara tidak perlu.
Kremlin juga meragukan kemampuan Zelensky menandatangani perjanjian yang mengikat, karena masa jabatan presidennya berakhir tahun lalu, tetapi ia menolak mengadakan pemilihan umum baru, dengan alasan darurat militer.
Baca juga: Trump: Pertemuan Berikutnya akan Berlangsung dengan Zelensky dan Putin
(sya)
Lihat Juga :