Aktivitas Militer China di Selat Tsushima Picu Kekhawatiran Jepang

Selasa, 12 Agustus 2025 - 09:26 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Dramatis dan Menegangkan, Ini Momen Pasukan Filipina Cegat Kapal Mata-mata China

Letaknya di antara Korea Selatan dan Jepang, menghubungkan Laut China Selatan dengan Laut Jepang (yang disebut Laut Timur oleh Korea). Meski tidak termasuk wilayah teritorial Jepang, pelayaran kapal China yang berulang kali melalui selat ini terus menguji stabilitas regional.

Laporan Jepang juga memperingatkan China semakin agresif memperluas zona operasi militernya dan kian percaya diri dalam tindakan. Peran militer Coast Guard China yang berkembang dan penggunaan taktik “zona abu-abu” yang membingungkan batas antara damai dan konflik juga disorot.

Laporan tersebut juga menyoroti dua insiden penting: Agustus 2024, pesawat militer China memasuki wilayah udara Jepang di lepas pantai Prefektur Nagasaki; dan September 2024, kapal induk China Liaoning berlayar antara pulau Yonaguni dan Iriomote di Okinawa.

Provokasi maritim berkelanjutan China di sekitar Jepang bukan latihan biasa, melainkan upaya jelas menggeser keseimbangan kekuatan regional dengan kedok navigasi legal. Setiap pelayaran di Selat Tsushima atau Taiwan menjadi ujian bagi ketegasan negara tetangga dan komunitas internasional.

Jepang harus tetap waspada, memperkuat aliansi, dan mendorong akuntabilitas global. Cukup sudah ambiguitas diplomatik. Tindakan China disengaja, strategis, dan berbahaya. Dunia mengawasi, dan Tokyo telah menarik garis tegas di perairan Tsushima.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Usai Serangan Udara...
Usai Serangan Udara AS, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tinggalkan Irak Kembali ke Teheran
Perang Pecah Lagi, Trump:...
Perang Pecah Lagi, Trump: Saya Tak Mau Negosiasi Lagi dengan Iran
Rekomendasi
Penampakan Koper Berisi...
Penampakan Koper Berisi Emas Disita Polisi usai Geledah Rumah di Bogor
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
FBI Bidik AFA di Tengah...
FBI Bidik AFA di Tengah Mimpi Argentina di Piala Dunia
Berita Terkini
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved