4 Fakta Pencaplokan Gaza Versi PM Netanyahu, Salah Satu Merebut Benteng Hamas
Senin, 11 Agustus 2025 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 3 Alasan Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera, Salah Satunya Cegah Liputan Pencaplokan Gaza
Panglima militer Israel telah menyuarakan penolakan terhadap pendudukan seluruh Jalur Gaza dan memperingatkan bahwa perluasan serangan dapat membahayakan nyawa para sandera yang masih ditahan Hamas dan menyeret pasukannya ke dalam perang gerilya yang berlarut-larut dan mematikan.
Netanyahu mengatakan tujuannya bukanlah untuk menduduki Gaza. "Kami menginginkan sabuk keamanan tepat di sebelah perbatasan kami, tetapi kami tidak ingin tinggal di Gaza. Itu bukan tujuan kami," katanya.
"Memperluas operasi militer hanya akan membahayakan nyawa seluruh warga sipil di Gaza, termasuk para sandera yang tersisa, dan mengakibatkan penderitaan lebih lanjut yang tidak perlu," ujar Denmark, Prancis, Yunani, Slovenia, dan Inggris dalam sebuah pernyataan bersama.
"Ini adalah krisis buatan manusia, dan oleh karena itu tindakan mendesak diperlukan untuk menghentikan kelaparan dan meningkatkan bantuan ke Gaza," kata mereka.
Malnutrisi tersebar luas di wilayah kantong tersebut karena apa yang dikatakan oleh badan-badan bantuan internasional sebagai rencana yang disengaja oleh Israel untuk membatasi bantuan. Israel membantah tuduhan tersebut, menyalahkan Hamas atas kelaparan di antara warga Palestina dan mengatakan bahwa banyak bantuan telah didistribusikan.
Perwakilan AS di Dewan Keamanan membela Netanyahu dan mengatakan bahwa Washington berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan, membebaskan para sandera, dan mencapai perdamaian.
2. Menciptakan Zona Aman Versi Netanyahu
Kota yang dihuni satu juta orang sebelum perang dua tahun itu, akan dipindahkan ke "zona aman," ujarnya. Warga Palestina mengatakan zona aman tidak melindungi mereka dari tembakan Israel sebelumnya.Panglima militer Israel telah menyuarakan penolakan terhadap pendudukan seluruh Jalur Gaza dan memperingatkan bahwa perluasan serangan dapat membahayakan nyawa para sandera yang masih ditahan Hamas dan menyeret pasukannya ke dalam perang gerilya yang berlarut-larut dan mematikan.
Netanyahu mengatakan tujuannya bukanlah untuk menduduki Gaza. "Kami menginginkan sabuk keamanan tepat di sebelah perbatasan kami, tetapi kami tidak ingin tinggal di Gaza. Itu bukan tujuan kami," katanya.
3. Memperburuk Kelaparan di Gaza
Perwakilan Eropa di Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan kelaparan sedang terjadi di Gaza dan rencana Israel hanya akan memperburuk keadaan."Memperluas operasi militer hanya akan membahayakan nyawa seluruh warga sipil di Gaza, termasuk para sandera yang tersisa, dan mengakibatkan penderitaan lebih lanjut yang tidak perlu," ujar Denmark, Prancis, Yunani, Slovenia, dan Inggris dalam sebuah pernyataan bersama.
"Ini adalah krisis buatan manusia, dan oleh karena itu tindakan mendesak diperlukan untuk menghentikan kelaparan dan meningkatkan bantuan ke Gaza," kata mereka.
Malnutrisi tersebar luas di wilayah kantong tersebut karena apa yang dikatakan oleh badan-badan bantuan internasional sebagai rencana yang disengaja oleh Israel untuk membatasi bantuan. Israel membantah tuduhan tersebut, menyalahkan Hamas atas kelaparan di antara warga Palestina dan mengatakan bahwa banyak bantuan telah didistribusikan.
Perwakilan AS di Dewan Keamanan membela Netanyahu dan mengatakan bahwa Washington berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan, membebaskan para sandera, dan mencapai perdamaian.
4. Mengandalkan AS
Netanyahu mengatakan Israel bekerja sama dengan Washington untuk menciptakan gelombang bantuan ke Gaza, termasuk melalui jalur darat. Setelah percakapannya dengan Trump, kantor perdana menteri mengatakan bahwa ia berterima kasih kepada presiden "atas dukungannya yang teguh terhadap Israel."Lihat Juga :