Panglima Militer Pakistan: Kami Negara Nuklir, Jika Kami Hancur, Separuh Dunia Juga Hancur!
Senin, 11 Agustus 2025 - 13:11 WIB
loading...
A
A
A
"Kami akan mulai dari India timur, tempat mereka menemukan sumber daya paling berharga mereka, lalu bergerak ke barat," kata Munir yang dilansir ThePrint.
Di tengah ancaman yang meluas terhadap India, Panglima Militer Pakistan itu secara tidak sengaja mengakui posisi Islamabad saat ini terhadap New Delhi. Dia mengibaratkan India sebagai Mercedes yang berkilau, sedangkan Pakistan sebagai truk sampah.
"India memang berkilau, sebuah Mercedes yang melaju di jalan raya bagai Ferrari, tetapi kita hanyalah truk sampah penuh kerikil. Jika truk itu menabrak mobil, siapa yang akan rugi?" katanya dalam sebuah analogi kasar.
Di tengah spekulasi bahwa panglima militer tersebut mungkin bercita-cita menjadi presiden Pakistan berikutnya, Munir juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengutarakan pendapatnya tentang keterlibatan militer dalam politik Pakistan.
Dia mengatakan, “Mereka bilang perang terlalu serius untuk diserahkan kepada para jenderal, tetapi politik juga terlalu serius untuk diserahkan kepada para politisi.”
Analogi Kasar Mercedes vs Truk Sampah
Di tengah ancaman yang meluas terhadap India, Panglima Militer Pakistan itu secara tidak sengaja mengakui posisi Islamabad saat ini terhadap New Delhi. Dia mengibaratkan India sebagai Mercedes yang berkilau, sedangkan Pakistan sebagai truk sampah.
"India memang berkilau, sebuah Mercedes yang melaju di jalan raya bagai Ferrari, tetapi kita hanyalah truk sampah penuh kerikil. Jika truk itu menabrak mobil, siapa yang akan rugi?" katanya dalam sebuah analogi kasar.
Di tengah spekulasi bahwa panglima militer tersebut mungkin bercita-cita menjadi presiden Pakistan berikutnya, Munir juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengutarakan pendapatnya tentang keterlibatan militer dalam politik Pakistan.
Dia mengatakan, “Mereka bilang perang terlalu serius untuk diserahkan kepada para jenderal, tetapi politik juga terlalu serius untuk diserahkan kepada para politisi.”
(mas)
Lihat Juga :