Presiden Trump Minta Para Gelandangan Didepak Jauh dari Washington
Senin, 11 Agustus 2025 - 10:12 WIB
loading...
Presiden Donald Trump minta para gelandangan dipindahkan jauh dari Ibu Kota AS, Washington DC. Foto/Michael S Williamson/The Washington Post
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa para tunawisma atau gelandangan harus dipindahkan jauh dari Washington. Trump telah berhari-hari merenungkan tentang mengambil alih kendali federal atas ibu kota AS di mana dia secara keliru menyatakan bahwa kejahatan sedang meningkat.
Presiden yang juga miliarder dari Partai Republik tersebut telah mengumumkan konferensi pers akan digelar pada hari Senin (11/8/2025), di mana dia diperkirakan akan mengungkapkan rencananya untuk Washington—yang dijalankan oleh pemerintah daerah terpilih Distrik Columbia di bawah pengawasan Kongres.
Ini adalah pengaturan yang telah lama dikecam Trump di depan umum. Dia mengancam akan memfederalisasi kota dan memberikan Gedung Putih keputusan akhir dalam pengelolaannya.
Baca Juga: Trump Diam-diam Siapkan Aksi Militer Melawan Kartel Narkoba
“Saya akan membuat ibu kota kita lebih aman dan lebih indah daripada sebelumnya,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada hari Minggu.
“Para tunawisma harus pindah, segera. Kami akan memberi Anda tempat tinggal, tetapi jauh dari ibu kota,” lanjut dia, seraya menambahkan bahwa para penjahat di kota itu akan segera dipenjara.
“Semuanya akan terjadi dengan sangat cepat,” paparnya, seperti dikutip AFP.
Washington berada di peringkat ke-15 dalam daftar kota-kota besar AS berdasarkan populasi tunawisma, menurut statistik pemerintah tahun lalu.
Meskipun ribuan orang menghabiskan setiap malam di tempat penampungan atau di jalanan, angka tersebut turun dari tingkat sebelum pandemi Covid-19.
Awal pekan ini, Trump juga mengancam akan mengerahkan Garda Nasional sebagai bagian dari tindakan keras terhadap apa yang secara keliru dia sebut sebagai meningkatnya kejahatan di Washington.
Kejahatan dengan kekerasan di ibu kota turun pada paruh pertama tahun 2025 sebesar 26 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menurut statistik kepolisian.
Tingkat kejahatan di kota itu pada tahun 2024 sudah mencapai yang terendah dalam tiga dekade, menurut angka yang dihasilkan oleh Departemen Kehakiman sebelum Trump menjabat.
“Kita tidak mengalami lonjakan kejahatan,” kata Wali Kota Washington Muriel Bowser kepada MSNBC pada hari Minggu.
Meskipun wali kota, seorang politisi Partai Demokrat, tidak mengkritik Trump dalam pernyataannya, dia mengatakan, "Perbandingan apa pun dengan negara yang dilanda perang adalah hiperbolik dan salah."
Ancaman Trump untuk mengerahkan Garda Nasional muncul beberapa minggu setelah dia mengerahkan pasukan cadangan militer California ke Los Angeles untuk meredam protes atas penggerebekan imigrasi, meskipun ada keberatan dari para pemimpin lokal dan penegak hukum.
Presiden sering mempertimbangkan penggunaan militer untuk mengendalikan kota-kota di Amerika, yang banyak di antaranya berada di bawah kendali Partai Demokrat dan bertentangan dengan dorongan nasionalisnya.
Presiden yang juga miliarder dari Partai Republik tersebut telah mengumumkan konferensi pers akan digelar pada hari Senin (11/8/2025), di mana dia diperkirakan akan mengungkapkan rencananya untuk Washington—yang dijalankan oleh pemerintah daerah terpilih Distrik Columbia di bawah pengawasan Kongres.
Ini adalah pengaturan yang telah lama dikecam Trump di depan umum. Dia mengancam akan memfederalisasi kota dan memberikan Gedung Putih keputusan akhir dalam pengelolaannya.
Baca Juga: Trump Diam-diam Siapkan Aksi Militer Melawan Kartel Narkoba
“Saya akan membuat ibu kota kita lebih aman dan lebih indah daripada sebelumnya,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada hari Minggu.
“Para tunawisma harus pindah, segera. Kami akan memberi Anda tempat tinggal, tetapi jauh dari ibu kota,” lanjut dia, seraya menambahkan bahwa para penjahat di kota itu akan segera dipenjara.
“Semuanya akan terjadi dengan sangat cepat,” paparnya, seperti dikutip AFP.
Washington berada di peringkat ke-15 dalam daftar kota-kota besar AS berdasarkan populasi tunawisma, menurut statistik pemerintah tahun lalu.
Meskipun ribuan orang menghabiskan setiap malam di tempat penampungan atau di jalanan, angka tersebut turun dari tingkat sebelum pandemi Covid-19.
Awal pekan ini, Trump juga mengancam akan mengerahkan Garda Nasional sebagai bagian dari tindakan keras terhadap apa yang secara keliru dia sebut sebagai meningkatnya kejahatan di Washington.
Kejahatan dengan kekerasan di ibu kota turun pada paruh pertama tahun 2025 sebesar 26 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menurut statistik kepolisian.
Tingkat kejahatan di kota itu pada tahun 2024 sudah mencapai yang terendah dalam tiga dekade, menurut angka yang dihasilkan oleh Departemen Kehakiman sebelum Trump menjabat.
“Kita tidak mengalami lonjakan kejahatan,” kata Wali Kota Washington Muriel Bowser kepada MSNBC pada hari Minggu.
Meskipun wali kota, seorang politisi Partai Demokrat, tidak mengkritik Trump dalam pernyataannya, dia mengatakan, "Perbandingan apa pun dengan negara yang dilanda perang adalah hiperbolik dan salah."
Ancaman Trump untuk mengerahkan Garda Nasional muncul beberapa minggu setelah dia mengerahkan pasukan cadangan militer California ke Los Angeles untuk meredam protes atas penggerebekan imigrasi, meskipun ada keberatan dari para pemimpin lokal dan penegak hukum.
Presiden sering mempertimbangkan penggunaan militer untuk mengendalikan kota-kota di Amerika, yang banyak di antaranya berada di bawah kendali Partai Demokrat dan bertentangan dengan dorongan nasionalisnya.
(mas)
Lihat Juga :