Kota Jumilla di Spanyol Larang Umat Muslim Gelar Pertemuan di Tempat Publik

Sabtu, 09 Agustus 2025 - 17:20 WIB
loading...
Kota Jumilla di Spanyol...
Kota Jumilla di Spanyol larang umat Muslim gelar pertemuan di tempat publik. Foto/Press TV
A A A
BARCELONA - Larangan baru terhadap pertemuan Muslim di tempat umum di kota Jumilla, Spanyol tenggara, telah memicu kemarahan di komunitas Muslim. ITu merupakan bentuk Islamofobia dan dan tindakan diskriminatif" terhadap Muslim.

Larangan ini, yang merupakan yang pertama, melarang umat Islam menggunakan fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan dan pusat kebugaran untuk merayakan hari raya keagamaan Idulfitri, yang menandai berakhirnya Ramadan, dan Iduladha.

Dinyatakan: “Fasilitas olahraga kota tidak boleh digunakan untuk kegiatan keagamaan, budaya, atau sosial yang bertentangan dengan identitas kami, kecuali diselenggarakan oleh otoritas setempat.”

Melansir Press TV, organisasi-organisasi keagamaan telah menyuarakan keprihatinan atas langkah ini, dengan mengatakan bahwa larangan pejabat setempat akan menjadi preseden yang akan diikuti oleh organisasi-organisasi lain di masa mendatang.

"Larangan berkumpulnya umat Islam di tempat umum bersifat Islamofobia dan diskriminatif,” ujar Mounir Benjelloun Andaloussi Azhari, presiden federasi organisasi-organisasi Islam Spanyol, kepada surat kabar El País.

Baca Juga: 6 Dampak Pencaplokan Gaza oleh Israel, Salah Satunya Raih Kemenangan Palsu

“Mereka tidak mengincar agama lain, mereka mengincar agama kami,” katanya. “Kami cukup terkejut dengan apa yang terjadi di Spanyol. Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun, saya merasa takut,” tambahnya.

Setelah Penaklukan Muslim di Spanyol pada abad ke-8 dan berdirinya Al-Andalus, Islam menjadi agama utama di Semenanjung Iberia.

Namun, kebangkitan kerajaan-kerajaan Kristen Eropa pada abad ke-16 menyebabkan Reconquista, serangkaian kampanye militer dan diplomatik yang memaksa mayoritas Muslim di Spanyol untuk melarikan diri atau menghadapi kemungkinan kematian.

Sejak saat itu, umat Muslim di beberapa tempat di Spanyol terpaksa menjalankan keyakinan mereka secara rahasia untuk menghindari penganiayaan oleh pejabat setempat.

Jumilla, dengan sekitar 27.000 penduduk, merupakan rumah bagi populasi Muslim yang signifikan. Tempat kelahiran Ibn Arabi, salah satu tokoh Islam paling berpengaruh, berada di kota Murcia di dekatnya.

Larangan terhadap Muslim di Jumilla, yang diperkenalkan oleh Partai Rakyat Konservatif (PP) setempat, disahkan meskipun ada tentangan dari kelompok sayap kiri kota tersebut.

Menteri Migrasi Spanyol Elma Saiz mengatakan pada hari Jumat bahwa larangan tersebut “memalukan”, dan mendesak para pemimpin setempat untuk “mengambil langkah mundur” dan meminta maaf kepada umat Muslim.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
AS Rilis Paspor Edisi...
AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya
Rekomendasi
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved