Bahas Upaya Akhiri Ukraina, Trump dan Putin Akan Bertemu di Alaska Pekan Depan
Sabtu, 09 Agustus 2025 - 15:26 WIB
loading...
A
A
A
Namun, Trump telah memposisikan dirinya sebagai "pembawa damai", dan ketidakmampuannya untuk mengakhiri perang Ukraina telah menjadi sumber kebencian antara dirinya dan Putin.
Pada saat yang sama, ia awalnya bersikap permisif terhadap Putin, tetapi sejak itu ia menunjukkan rasa frustrasi yang semakin besar terhadap pemimpin Rusia tersebut di tengah serangan Rusia yang terus berlanjut.
Pekan lalu, Trump mengecam serangan Rusia yang kembali terjadi di Kyiv. "Saya pikir apa yang mereka lakukan menjijikkan. Saya pikir itu menjijikkan," katanya.
Ia juga menuntut agar Rusia menghentikan serangannya atau menghadapi sanksi baru dan tarif sekunder terhadap mitra dagang utama.
Pada hari Rabu, Trump tampaknya mulai memenuhi ancaman tersebut, menaikkan tarif barang-barang India menjadi 50 persen sebagai tanggapan atas pembelian minyak Rusia.
Namun, minggu ini, Trump memuji "kemajuan besar" dalam negosiasi perdamaian ketika utusan khususnya, Steve Witkoff, mengunjungi Putin di Moskow.
Namun hingga Jumat, tanggal tenggat waktu baru, belum ada tindakan baru AS atau kapitulasi Rusia yang diumumkan.
Beberapa analis berpendapat bahwa Putin sengaja memancing perundingan untuk memperpanjang perang.
Masih belum jelas apakah pendekatan Trump yang berubah-ubah telah mengubah persamaan gencatan senjata secara signifikan sejak ia menjabat.
Pada saat yang sama, ia awalnya bersikap permisif terhadap Putin, tetapi sejak itu ia menunjukkan rasa frustrasi yang semakin besar terhadap pemimpin Rusia tersebut di tengah serangan Rusia yang terus berlanjut.
Pekan lalu, Trump mengecam serangan Rusia yang kembali terjadi di Kyiv. "Saya pikir apa yang mereka lakukan menjijikkan. Saya pikir itu menjijikkan," katanya.
Ia juga menuntut agar Rusia menghentikan serangannya atau menghadapi sanksi baru dan tarif sekunder terhadap mitra dagang utama.
Pada hari Rabu, Trump tampaknya mulai memenuhi ancaman tersebut, menaikkan tarif barang-barang India menjadi 50 persen sebagai tanggapan atas pembelian minyak Rusia.
Namun, minggu ini, Trump memuji "kemajuan besar" dalam negosiasi perdamaian ketika utusan khususnya, Steve Witkoff, mengunjungi Putin di Moskow.
Namun hingga Jumat, tanggal tenggat waktu baru, belum ada tindakan baru AS atau kapitulasi Rusia yang diumumkan.
Beberapa analis berpendapat bahwa Putin sengaja memancing perundingan untuk memperpanjang perang.
Masih belum jelas apakah pendekatan Trump yang berubah-ubah telah mengubah persamaan gencatan senjata secara signifikan sejak ia menjabat.
(ahm)
Lihat Juga :