Profl Elizaveta Vladimirovna, 'Anak Rahasia' Putin yang Justru Kecam Invasi Rusia ke Ukraina
Jum'at, 08 Agustus 2025 - 15:14 WIB
loading...
A
A
A
Proekt mengaitkan Svetlana Krivonogikh, yang diduga sebagai ibu kandung Elizaveta Krivonogikh, dengan properti yang dibeli atas nama Rudnov dalam penyelidikannya terhadap jutawan tersebut pada tahun 2020.
Pada tahun 2023, Inggris menjatuhkan sanksi kepada Svetlana Krivonogikh, mengidentifikasinya sebagai "pemegang saham di Bank Rossiya dan National Media Group, yang secara konsisten mendukung serangan Rusia di Ukraina."
Kecamannya terhadap invasi Rusia-Ukraina disampaikan secara samar melalui media sosial. Dalam channel privat Telegram bernama "Art of Luiza", dia menuliskan pernyataan emosional: "Sungguh melegakan bisa menunjukkan wajahku kepada dunia lagi. Itu mengingatkanku siapa diriku sebenarnya dan siapa yang telah menghancurkan hidupku. Lelaki yang telah merenggut jutaan nyawa dan juga menghancurkan hidupku."
Pernyataan itu diduga sebagai bentuk kritik tajam terhadap Putin sekaligus penentangan terhadap invasi Rusia ke Ukraina secara tersirat.
Respons dari komunitas seni cukup beragam. Aktivis anti-Gereja seperti Nastya Rodionova menyerukan penolakan terhadap kehadirannya di galeri-galeri antiperang, di mana dia merasa bahwa "hubungan darah" bukan sekadar atribut—tetapi pengingat penderitaan.
Namun, beberapa pelaku di galeri justru membelanya, termasuk direktur L Association, Dmitry Dolinsky, yang menyatakan: “Wajahnya mirip Putin, tetapi begitu juga 100.000 orang lain. Saya belum melihat hasil tes DNA.”
Ia juga menekankan bahwa L Association adalah organisasi seni yang bersifat kultural, bukan politik.
"Kami tidak bisa memastikan bahwa dia adalah putri Vladimir Putin...Kami tidak sedang merekrut ibunya," imbuh dia, seperti dikutip The Times.
Pada tahun 2023, Inggris menjatuhkan sanksi kepada Svetlana Krivonogikh, mengidentifikasinya sebagai "pemegang saham di Bank Rossiya dan National Media Group, yang secara konsisten mendukung serangan Rusia di Ukraina."
Elizaveta Vladimirovna Mengecam Perang Rusia-Ukraina
Kecamannya terhadap invasi Rusia-Ukraina disampaikan secara samar melalui media sosial. Dalam channel privat Telegram bernama "Art of Luiza", dia menuliskan pernyataan emosional: "Sungguh melegakan bisa menunjukkan wajahku kepada dunia lagi. Itu mengingatkanku siapa diriku sebenarnya dan siapa yang telah menghancurkan hidupku. Lelaki yang telah merenggut jutaan nyawa dan juga menghancurkan hidupku."
Pernyataan itu diduga sebagai bentuk kritik tajam terhadap Putin sekaligus penentangan terhadap invasi Rusia ke Ukraina secara tersirat.
Respons dari komunitas seni cukup beragam. Aktivis anti-Gereja seperti Nastya Rodionova menyerukan penolakan terhadap kehadirannya di galeri-galeri antiperang, di mana dia merasa bahwa "hubungan darah" bukan sekadar atribut—tetapi pengingat penderitaan.
Namun, beberapa pelaku di galeri justru membelanya, termasuk direktur L Association, Dmitry Dolinsky, yang menyatakan: “Wajahnya mirip Putin, tetapi begitu juga 100.000 orang lain. Saya belum melihat hasil tes DNA.”
Ia juga menekankan bahwa L Association adalah organisasi seni yang bersifat kultural, bukan politik.
"Kami tidak bisa memastikan bahwa dia adalah putri Vladimir Putin...Kami tidak sedang merekrut ibunya," imbuh dia, seperti dikutip The Times.
(mas)
Lihat Juga :