Hizbullah: Keputusan Pemerintah Lebanon Lucuti Senjata Kelompok Non-Negara adalah Dosa Besar

Kamis, 07 Agustus 2025 - 21:00 WIB
loading...
A A A
Hizbullah mengatakan pihaknya terbuka untuk berdialog guna "membahas strategi keamanan nasional," mengakhiri serangan Israel, membebaskan tahanan, dan membangun kembali wilayah yang dilanda perang, "tetapi tidak di bawah agresi."

"Perjanjian tersebut harus terlebih dahulu dilaksanakan oleh pihak Israel," tegas Hizbullah. "Prioritas pemerintah haruslah pembebasan seluruh wilayah Lebanon dari pendudukan Israel, sebagaimana dinyatakan dalam deklarasi menterinya."

Gerakan Amal, sekutu Hizbullah, menyebut keputusan pemerintah Lebanon prematur dan mendesak pihak berwenang untuk mengubah arah.

Kelompok tersebut mengatakan, “Pemerintah terburu-buru menawarkan lebih banyak konsesi gratis kepada musuh Israel melalui perjanjian baru."

Mereka menuntut pemerintah fokus pada "mengamankan gencatan senjata terlebih dahulu dan menghentikan mesin pembunuh Israel, yang sejauh ini telah menewaskan dan melukai ratusan warga sipil Lebanon."

Kelompok Syiah, yang dipimpin Ketua Parlemen Nabih Berri, menuduh pemerintah bertindak "bertentangan dengan sumpah jabatan presiden dan pernyataan menteri."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Saat Ini, Musuh Terberat...
Saat Ini, Musuh Terberat Israel Adalah Kelompok Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved