Apes, Miliarder Pemburu Ini Tewas Diseruduk Kerbau yang Sedang Diburunya
Kamis, 07 Agustus 2025 - 13:29 WIB
loading...
Asher Watkins, miliarder Amerika Serikat tewas diseruduk kerbau jantan yang sedang diburunya di Afrika Selatan. Foto/Facebook/Asher Watkins Outdoors
A
A
A
DALLAS COUNTY - Seorang miliarder Amerika Serikat (AS), yang terkenal sebagai pemburu hewan besar, telah tewas setelah diseruduk seekor kerbau jantan. Kerbau itu sebenarnya target burunnya saat bersafari di Afrika Selatan.
Asher Watkins (52), asal Dallas, Texas, tewas diseruduk kerbau burunnya pada hari Minggu.
Watkins, yang sering membagikan foto burung dan hewan yang telah dibunuhnya di media sosial, sedang mengikuti binatang buas itu bersama seorang pemburu profesional dan pelacak hewan ketika kerbau tersebut menyerangnya.
Baca Juga: Sosok Mimi Yuliana Maeloa, Cucu Miliarder Indonesia yang Beli Rumah Mewah Rp317,9 Miliar di Singapura
Pemburu Hans Vermaak, juru bicara Coenraad Vermaak Safaris, perusahaan yang menyelenggarakan ekspedisi tersebut, mengonfirmasi insiden tragis tersebut dalam sebuah pernyataan.
“Dengan kesedihan yang mendalam dan berat hati, kami mengonfirmasi kematian tragis klien dan sahabat kami, Asher Watkins, dari Amerika Serikat,” ujarnya.
“Ini adalah insiden yang memilukan dan kami turut berduka cita kepada orang-orang terkasihnya. Kami melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung anggota keluarga yang berada di sini bersama kami dan mereka yang berada di Amerika Serikat saat mereka menghadapi kehilangan tragis ini," paparnya, seperti dikutip LBC, Kamis (7/8/2025).
Situs web Coenraad Vermaak Safaris memperingatkan bahwa kerbau Cape bertanggung jawab atas banyak kematian dan cedera pemburu setiap tahun dan dianggap sebagai “hewan paling berbahaya untuk diburu di Afrika, apalagi di dunia.”
Kerbau Cape, yang dikenal karena perilakunya yang agresif dan tak terduga, dapat memiliki berat hingga 1.900 pon dan tingginya sekitar 1,5 meter. Bahkan tanduk hitamnya yang tebal dapat mencapai panjang 100 cm.
Saudara laki-laki, ibu, dan ayah tiri Watkins sedang menunggunya di pondok safari ketika serangan itu terjadi.
Watkins, seorang mitra pengelola di Watkins Ranch Group, juga meninggalkan seorang putri remaja, Savannah, buah hati pernikahannya dengan mantan istri; Courtney. Pasangan yang telah berpisah tersebut dilaporkan masih dekat dan berbagi hak asuh atas Savannah.
Courtney juga mengonfirmasi kematian Watkins dalam sebuah penghormatan di media sosial.
"Ini adalah kenyataan yang masih sulit diungkapkan dengan kata-kata. Hati kami terasa berat saat menjalani hari-hari mendatang, terutama bagi Savannah yang sedang berduka atas kepergian ayahnya," tulisnya.
"Kami sangat terguncang dan patah hati sejak saat itu, mencoba untuk memproses bukan hanya kehilangan itu, tetapi juga kompleksitas yang menyertainya."
Asher Watkins (52), asal Dallas, Texas, tewas diseruduk kerbau burunnya pada hari Minggu.
Watkins, yang sering membagikan foto burung dan hewan yang telah dibunuhnya di media sosial, sedang mengikuti binatang buas itu bersama seorang pemburu profesional dan pelacak hewan ketika kerbau tersebut menyerangnya.
Baca Juga: Sosok Mimi Yuliana Maeloa, Cucu Miliarder Indonesia yang Beli Rumah Mewah Rp317,9 Miliar di Singapura
Pemburu Hans Vermaak, juru bicara Coenraad Vermaak Safaris, perusahaan yang menyelenggarakan ekspedisi tersebut, mengonfirmasi insiden tragis tersebut dalam sebuah pernyataan.
“Dengan kesedihan yang mendalam dan berat hati, kami mengonfirmasi kematian tragis klien dan sahabat kami, Asher Watkins, dari Amerika Serikat,” ujarnya.
“Ini adalah insiden yang memilukan dan kami turut berduka cita kepada orang-orang terkasihnya. Kami melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung anggota keluarga yang berada di sini bersama kami dan mereka yang berada di Amerika Serikat saat mereka menghadapi kehilangan tragis ini," paparnya, seperti dikutip LBC, Kamis (7/8/2025).
Situs web Coenraad Vermaak Safaris memperingatkan bahwa kerbau Cape bertanggung jawab atas banyak kematian dan cedera pemburu setiap tahun dan dianggap sebagai “hewan paling berbahaya untuk diburu di Afrika, apalagi di dunia.”
Kerbau Cape, yang dikenal karena perilakunya yang agresif dan tak terduga, dapat memiliki berat hingga 1.900 pon dan tingginya sekitar 1,5 meter. Bahkan tanduk hitamnya yang tebal dapat mencapai panjang 100 cm.
Saudara laki-laki, ibu, dan ayah tiri Watkins sedang menunggunya di pondok safari ketika serangan itu terjadi.
Watkins, seorang mitra pengelola di Watkins Ranch Group, juga meninggalkan seorang putri remaja, Savannah, buah hati pernikahannya dengan mantan istri; Courtney. Pasangan yang telah berpisah tersebut dilaporkan masih dekat dan berbagi hak asuh atas Savannah.
Courtney juga mengonfirmasi kematian Watkins dalam sebuah penghormatan di media sosial.
"Ini adalah kenyataan yang masih sulit diungkapkan dengan kata-kata. Hati kami terasa berat saat menjalani hari-hari mendatang, terutama bagi Savannah yang sedang berduka atas kepergian ayahnya," tulisnya.
"Kami sangat terguncang dan patah hati sejak saat itu, mencoba untuk memproses bukan hanya kehilangan itu, tetapi juga kompleksitas yang menyertainya."
(mas)
Lihat Juga :