Trump Segera Temui Putin usai Ribut-ribut Senjata Nuklir
Kamis, 07 Agustus 2025 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Trump, yang sebelumnya membanggakan dirinya dapat mengakhiri konflik dalam waktu 24 jam setelah menjabat, telah memberi Rusia waktu hingga Jumat untuk mencapai kemajuan menuju perdamaian atau menghadapi "hukuman" baru.
Tiga putaran perundingan Rusia-Ukraina di Istanbul gagal mencapai kemajuan dalam mencapai gencatan senjata, dengan kedua belah pihak masih berselisih dalam tuntutan mereka.
Rusia telah meningkatkan serangan pesawat nirawak dan rudal terhadap Ukraina, yang merupakan sekutu AS dan Uni Eropa, ke rekor tertinggi dan mempercepat kemajuannya di darat.
"Percakapan yang cukup bermanfaat dan konstruktif telah terjadi," ujar ajudan Putin, Yuri Ushakov, kepada para wartawan setelah pertemuan tiga jam dengan Witkoff.
"Keduanya bertukar 'sinyal' mengenai posisi mereka," imbuh Ushakov, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Zelensky mengonfirmasi panggilan teleponnya dengan Trump dan juga mengonfirmasi bahwa para pemimpin Eropa telah berpartisipasi, meskipun dia tidak menyebutkan nama mereka.
Trump telah menyuarakan rasa frustrasi yang semakin meningkat terhadap Putin dalam beberapa pekan terakhir atas serangan Rusia yang tak henti-hentinya terhadap Ukraina.
Gedung Putih belum secara resmi menguraikan tindakan apa yang akan diambilnya terhadap Rusia, tetapi Trump mengatakan kepada para wartawan bahwa pihaknya berencana untuk menjatuhkan "lebih banyak sanksi sekunder" yang menargetkan mitra dagang utama Rusia, kemungkinan menargetkan China.
Sebelumnya pada hari itu, Trump telah memerintahkan pengenaan tarif yang lebih tinggi untuk barang-barang India atas pembelian minyak Rusia yang berkelanjutan oleh New Delhi.
Langkah ini bertujuan untuk menghambat ekspor Rusia, tetapi berisiko menimbulkan gangguan internasional yang signifikan.
Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa dia akan menunggu hasil perundingan Moskow sebelum memerintahkan sanksi ekonomi apa pun.
Tiga putaran perundingan Rusia-Ukraina di Istanbul gagal mencapai kemajuan dalam mencapai gencatan senjata, dengan kedua belah pihak masih berselisih dalam tuntutan mereka.
Rusia telah meningkatkan serangan pesawat nirawak dan rudal terhadap Ukraina, yang merupakan sekutu AS dan Uni Eropa, ke rekor tertinggi dan mempercepat kemajuannya di darat.
"Percakapan yang cukup bermanfaat dan konstruktif telah terjadi," ujar ajudan Putin, Yuri Ushakov, kepada para wartawan setelah pertemuan tiga jam dengan Witkoff.
"Keduanya bertukar 'sinyal' mengenai posisi mereka," imbuh Ushakov, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Zelensky mengonfirmasi panggilan teleponnya dengan Trump dan juga mengonfirmasi bahwa para pemimpin Eropa telah berpartisipasi, meskipun dia tidak menyebutkan nama mereka.
Trump telah menyuarakan rasa frustrasi yang semakin meningkat terhadap Putin dalam beberapa pekan terakhir atas serangan Rusia yang tak henti-hentinya terhadap Ukraina.
Gedung Putih belum secara resmi menguraikan tindakan apa yang akan diambilnya terhadap Rusia, tetapi Trump mengatakan kepada para wartawan bahwa pihaknya berencana untuk menjatuhkan "lebih banyak sanksi sekunder" yang menargetkan mitra dagang utama Rusia, kemungkinan menargetkan China.
Sebelumnya pada hari itu, Trump telah memerintahkan pengenaan tarif yang lebih tinggi untuk barang-barang India atas pembelian minyak Rusia yang berkelanjutan oleh New Delhi.
Langkah ini bertujuan untuk menghambat ekspor Rusia, tetapi berisiko menimbulkan gangguan internasional yang signifikan.
Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa dia akan menunggu hasil perundingan Moskow sebelum memerintahkan sanksi ekonomi apa pun.
Lihat Juga :