Putra Netanyahu Tuding Panglima Militer Israel Melakukan Pemberontakan di Gaza

Kamis, 07 Agustus 2025 - 03:50 WIB
loading...
Putra Netanyahu Tuding...
Eyal Zamir dituding putra PM Benjamin Netanyahu melakukan pemberontakan. Foto/X/@AmitSegal
A A A
GAZA - Ketegangan di puncak kepemimpinan Israel meningkat tajam. Itu ditunjukkan dengan putra Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Yair Netanyahu, menuduh panglima militer merencanakan "pemberontakan."

Sementara Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir melaporkan bahwa Yair Netanyahu melontarkan kritik pedas kepada Kepala Staf Eyal Zamir setelah harian Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa perselisihan antara perdana menteri dan para jenderal senior mengenai rencana merebut kembali Gaza telah mencapai "titik didih".

"Jika orang yang mendiktekan twit itu adalah orang yang kita semua pikirkan, ini tidak lebih dari sebuah pemberontakan dan kudeta militer yang mengingatkan pada republik pisang di tahun 1970-an. Ini benar-benar kriminal," tulis Yair di X, menanggapi unggahan analis militer Yossi Yehoshua yang mendesak Netanyahu untuk menjelaskan biaya dari langkah tersebut.

Hanya beberapa jam kemudian, Ben-Gvir memberikan tanggapan, menuntut Zamir untuk secara terbuka menegaskan kesetiaannya kepada kepemimpinan Netanyahu.

"Kepala staf harus dengan jelas menyatakan bahwa dia akan sepenuhnya mematuhi instruksi kepemimpinan politik, bahkan jika keputusannya adalah untuk menduduki Gaza," kata Ben-Gvir.

Menteri Luar Negeri Gideon Saar juga meminta Panglima Angkatan Darat untuk menyampaikan pendapatnya mengenai pendudukan kembali Gaza kepada pimpinan politik.

“Kepala Staf Angkatan Darat diharuskan menyampaikan pendapat profesionalnya secara jelas dan tegas kepada eselon politik. Saya yakin beliau akan melakukannya,” ujar Saar di akun X miliknya.

Diplomat tinggi tersebut mengatakan Zamir tidak perlu mengklarifikasi subordinasi angkatan darat terhadap keputusan pemerintah, karena hal itu “sudah jelas, terutama bagi seseorang yang telah mengabdi kepada negara dengan seragam militer selama puluhan tahun.”

Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid, di sisi lain, menyuarakan dukungannya kepada Zamir meskipun ia menentang pendudukan kembali Gaza sepenuhnya.

Baca Juga: Diplomat Rusia Diserang Pemukim Israel di Tepi Barat, Kremlin Marah Besar!

Dalam sebuah unggahan di X, Lapid menyebut serangan terhadap Zamir “pengecut dan tidak realistis,” dan menambahkan bahwa kritik semacam itu “merugikan angkatan darat selama masa perang.”

Perselisihan ini terjadi ketika Channel 12 melaporkan bahwa Netanyahu telah memutuskan, dengan dukungan AS, untuk melanjutkan pendudukan kembali Gaza secara penuh, dengan menargetkan wilayah-wilayah yang diyakini menampung tawanan Israel.

Meskipun militer belum mengeluarkan pernyataan resmi, pada hari Senin mereka telah mencabut tindakan darurat yang telah memperpanjang masa tugas tentara reguler selama empat bulan sejak 7 Oktober. Para analis mengatakan keputusan tersebut menandakan penghentian secara de facto operasi darat yang sedang berlangsung, yang dimulai pada 17 Mei tetapi gagal mencapai tujuannya untuk membubarkan Hamas atau mengamankan pembebasan tawanan.

Yedioth Ahronoth mencatat penarikan mundur ini "mencerminkan apa yang diyakini banyak orang di militer bahwa perang secara efektif telah berakhir beberapa bulan yang lalu," yang selanjutnya mengurangi jumlah pasukan reguler yang masih beroperasi di Gaza.

Perselisihan ini menyusul pengungkapan oleh Haaretz bahwa Netanyahu telah mempresentasikan sebuah rencana, "dengan persetujuan Amerika," untuk pendudukan kembali wilayah kantong tersebut. Perdebatan ini semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump menyebut penarikan pasukan Israel dari Gaza pada tahun 2005 sebagai "kesalahan", mengisyaratkan bahwa ia memiliki "rencana yang jelas" untuk wilayah kantong tersebut, tetapi menolak untuk mengungkapkan detailnya.

Melansir Middle East Monitor, para pejabat Israel mengatakan Netanyahu akan mengumpulkan para pemimpin politik dan militer pada hari Selasa untuk membahas "pilihan" bagi Gaza setelah gagalnya perundingan gencatan senjata tidak langsung dengan Hamas.

Tentara Israel, yang menolak seruan internasional untuk gencatan senjata, telah melancarkan serangan brutal di Gaza sejak 7 Oktober 2023, menewaskan lebih dari 61.000 warga Palestina, hampir setengahnya perempuan dan anak-anak. Kampanye militer Israel telah menghancurkan wilayah kantong tersebut dan membawanya ke ambang kelaparan.

November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di wilayah kantong tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Walk Out saat Negosiasi...
Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Iran: Kami Tak Berunding di Bawah Tekanan!
Rekomendasi
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Berita Terkini
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved