3 Fungsi Dewan Pertahanan Nasional Iran, Salah Satunya Menyiapkan Skenario Perang Baru dengan Israel
Senin, 04 Agustus 2025 - 16:44 WIB
loading...
Iran membentuk Dewan Pertahanan Nasional untuk menyiapkan perang baru melawan Iran. Foto/X/@SaycheeseDGTL
A
A
A
TEHERAN - Iran mengumumkan pembentukan Dewan Pertahanan Nasional baru, yang bertugas meninjau strategi pertahanan dan meningkatkan kemampuan militer negara secara terpusat. Itu sebagai pembelajaran atas serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran.
Pembentukan dewan tersebut telah disetujui oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, badan keamanan tertinggi Iran, berdasarkan Pasal 176 konstitusi negara tersebut.
Baca Juga: Korea Selatan Turunkan Pengeras Suara Propaganda di Perbatasan, Sinyal Rekonsiliasi Dimulai?
"Ancaman 1 persen harus dianggap sebagai ancaman 100 persen. Kita tidak boleh meremehkan musuh dan menganggap ancamannya sudah berakhir," kata Hatami, menurut kantor berita resmi IRNA, seraya menambahkan bahwa kekuatan rudal dan pesawat nirawak Iran "tetap siaga dan siap beroperasi."
Pada bulan Juni, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap wilayah Iran, termasuk fasilitas nuklir, dalam apa yang disebut sebagai perang 12 hari. Teheran merespons dengan gelombang serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap Israel.
Bulan lalu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memperingatkan bahwa negaranya akan menyerang Iran lagi jika terancam.
Anggotanya akan mencakup Ketua Parlemen, kepala kehakiman, dan para kepala cabang militer serta kementerian terkait, kata laporan itu.
Kementerian pertahanan, intelijen, dan luar negeri diperkirakan akan menjadi anggota dewan, meskipun laporan itu tidak memberikan rincian tersebut.
Iran memiliki dewan serupa selama perang tahun 1980-an antara Iran dan Irak yang mengakibatkan hampir 1 juta korban di kedua belah pihak.
3 Fungsi Dewan Pertahanan Nasional Iran, Salah Satunya Menyiapkan Skenario Perang Baru dengan Israel
1. Meninjau Rencana Pertahanan
Badan baru ini akan "meninjau rencana pertahanan dan meningkatkan kemampuan angkatan bersenjata secara terpusat," lapor media pemerintah, mengutip Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.Pembentukan dewan tersebut telah disetujui oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, badan keamanan tertinggi Iran, berdasarkan Pasal 176 konstitusi negara tersebut.
Baca Juga: Korea Selatan Turunkan Pengeras Suara Propaganda di Perbatasan, Sinyal Rekonsiliasi Dimulai?
2. Mewaspadai Ancaman Perang
Panglima Angkatan Darat Iran Amir Hatami mengatakan ancaman dari Israel tetap serius."Ancaman 1 persen harus dianggap sebagai ancaman 100 persen. Kita tidak boleh meremehkan musuh dan menganggap ancamannya sudah berakhir," kata Hatami, menurut kantor berita resmi IRNA, seraya menambahkan bahwa kekuatan rudal dan pesawat nirawak Iran "tetap siaga dan siap beroperasi."
Pada bulan Juni, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap wilayah Iran, termasuk fasilitas nuklir, dalam apa yang disebut sebagai perang 12 hari. Teheran merespons dengan gelombang serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap Israel.
Bulan lalu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memperingatkan bahwa negaranya akan menyerang Iran lagi jika terancam.
3. Dipimpin Presiden Iran
Dewan tersebut akan diketuai oleh Presiden Masoud Pezeshkian dan akan menyatukan para pemimpin senior dari seluruh jajaran pemerintahan dan militer Iran. Anggotanya akan mencakup ketua parlemen, kepala kehakiman, komandan tinggi angkatan bersenjata, dan menteri-menteri terpilih dari kementerian terkait.Anggotanya akan mencakup Ketua Parlemen, kepala kehakiman, dan para kepala cabang militer serta kementerian terkait, kata laporan itu.
Kementerian pertahanan, intelijen, dan luar negeri diperkirakan akan menjadi anggota dewan, meskipun laporan itu tidak memberikan rincian tersebut.
Iran memiliki dewan serupa selama perang tahun 1980-an antara Iran dan Irak yang mengakibatkan hampir 1 juta korban di kedua belah pihak.
(ahm)
Lihat Juga :