Korea Selatan Turunkan Pengeras Suara Propaganda di Perbatasan, Sinyal Rekonsiliasi Dimulai?
Senin, 04 Agustus 2025 - 15:26 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 1 Juta Orang Hadiri Misa Penutupan Yubileum Pemuda yang Dipimpin Paus Leo XIV
Setelah pemilihannya pada bulan Juni, pemerintah liberal baru Korea Selatan memutuskan untuk menonaktifkan pengeras suara tersebut, dalam upaya untuk menghidupkan kembali dialog dan membangun kembali kepercayaan dengan Pyongyang.
Pemerintah konservatif sebelumnya telah menyalakannya pada bulan Juni 2024 dan memutar siaran harian, sebagai balasan atas Korea Utara yang menerbangkan balon berisi sampah melintasi perbatasan.
Kampanye perang psikologis ala Perang Dingin semakin memperparah ketegangan yang telah memanas akibat program nuklir Korea Utara yang terus berkembang dan upaya Korea Selatan untuk memperluas latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat serta kerja sama keamanan trilateral mereka dengan Jepang.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menggantikan mantan presiden konservatif Yoon Suk Yeol setelah memenangkan pemilihan umum awal pada bulan Juni.
Setelah pemilihannya pada bulan Juni, pemerintah liberal baru Korea Selatan memutuskan untuk menonaktifkan pengeras suara tersebut, dalam upaya untuk menghidupkan kembali dialog dan membangun kembali kepercayaan dengan Pyongyang.
Pemerintah konservatif sebelumnya telah menyalakannya pada bulan Juni 2024 dan memutar siaran harian, sebagai balasan atas Korea Utara yang menerbangkan balon berisi sampah melintasi perbatasan.
Kampanye perang psikologis ala Perang Dingin semakin memperparah ketegangan yang telah memanas akibat program nuklir Korea Utara yang terus berkembang dan upaya Korea Selatan untuk memperluas latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat serta kerja sama keamanan trilateral mereka dengan Jepang.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menggantikan mantan presiden konservatif Yoon Suk Yeol setelah memenangkan pemilihan umum awal pada bulan Juni.
Lihat Juga :