Langgar Perjanjian, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Lakukan Ibadah Yahudi di Kompleks Masjid Al-Aqsa

Minggu, 03 Agustus 2025 - 17:47 WIB
loading...
Langgar Perjanjian,...
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan ibadah Yahudi di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Dia sengaja melanggar perjanjian lama di situs paling sensitif di Timur Tengah tersebut. Foto/X @arutz7heb
A A A
YERUSALEM - Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengunjungi kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada hari Minggu (3/8/2025). Dia sengaja melakukan ibadah Yahudi di sana, melawan aturan lama di salah satu situs paling sensitif di Timur Tengah.

Berdasarkan perjanjian status quo yang telah berlangsung puluhan tahun dengan otoritas Muslim, kompleks Masjid Al-Aqsa dikelola oleh sebuah yayasan keagamaan Yordania dan orang Yahudi dapat berkunjung tetapi tidak boleh beribadah di sana.

Video yang dirilis oleh sebuah organisasi Yahudi kecil bernama Temple Mount Administration menunjukkan Ben-Gvir memimpin sekelompok orang berjalan di dalam kompleks masjid tersebut.

Baca Juga: Polisi Israel Serbu Al-Aqsa, Tangkap Mufti Besar, dan Gerebek Kantor Masjid

Video lain yang beredar daring menunjukkan Ben-Gvir sedang melakukan ibadah Yahudi.

Kunjungan ke kompleks situs suci itu, yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount, berlangsung pada Tisha B'av—hari puasa untuk berkabung atas hancurnya dua kuil Yahudi kuno, yang berdiri di lokasi tersebut berabad-abad yang lalu.

Waqf, yayasan yang mengelola kompleks tersebut, mengatakan Ben-Gvir termasuk di antara 1.250 orang lainnya yang naik ke situs suci tersebut dan berdoa, berteriak, dan menari.

Sikap resmi pemerintah Israel menerima aturan yang membatasi ibadah non-Muslim di kompleks tersebut, situs tersuci ketiga umat Islam dan situs paling suci dalam agama Yahudi.

Ben-Gvir pernah mengunjungi situs tersebut sebelumnya dan menyerukan agar ibadah bagi orang Yahudi diizinkan di sana, yang mendorong Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa hal ini bukanlah kebijakan Israel.

Ben-Gvir mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia berdoa untuk kemenangan Israel atas kelompok perlawanan Palestina; Hamas, dalam perang di Gaza dan untuk kembalinya sandera Israel yang ditawan di sana. Dia mengulangi seruannya agar Israel menaklukkan seluruh wilayah kantong Palestina tersebut.

Kompleks di lereng bukit, di Kota Tua Yerusalem, merupakan salah satu lokasi paling sensitif di Timur Tengah.

Saran bahwa Israel akan mengubah aturan di kompleks tersebut telah memicu kemarahan di dunia Muslim dan memicu kekerasan di masa lalu. Tidak ada laporan langsung mengenai kekerasan pada hari Minggu.

Juru bicara Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeineh, mengecam kunjungan Ben-Gvir, yang menurutnya "melewati semua batas merah."

"Masyarakat internasional, khususnya pemerintah Amerika Serikat, diminta untuk segera turun tangan guna mengakhiri kejahatan para pemukim dan provokasi pemerintah sayap kanan ekstrem di Masjid Al-Aqsa, menghentikan perang di Jalur Gaza, dan mendatangkan bantuan kemanusiaan," ujar Rudeineh dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Iran Larang Badan Energi...
Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS
Rekomendasi
Presiden Lukashenko...
Presiden Lukashenko Sebut Indonesia Mitra Penting Belarus di Asia Tenggara
Hadirkan BRUSKY 125,...
Hadirkan BRUSKY 125, MODENAS Siap Banjiri Indonesia dengan Motor Malaysia
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
Berita Terkini
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Infografis
Israel akan Copot Pengeras...
Israel akan Copot Pengeras Suara untuk Azan di Masjid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved