Rusia Tak Gentar Trump Kerahkan 2 Kapal Selam Nuklir AS, Malah Beri Respons Menohok

Minggu, 03 Agustus 2025 - 07:54 WIB
loading...
Rusia Tak Gentar Trump...
Moskow tak gentar setelah Presiden AS Donald Trump kerahkan 2 kapal selam nuklir ke dekat perbatasan Rusia, malah memberi respons yang menohok. Foto/Military
A A A
MOSKOW - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memerintahkan pengerahan dua kapal selam nuklir ke dekat perbatasan Rusia. Namun, bukannya gentar, Moskow justru memberikan respons yang menohok.

Respons Moskow disampaikan anggota Parlemen Rusia, Viktor Vodolatsky, yang mengatakan bahwa negaranya saat ini memiliki lebih banyak kapal selam nuklir yang ditempatkan di lautan dunia daripada Washington.

Menurut Vodolatsky, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Pertama Komite Duma Negara untuk Urusan CIS, Integrasi Eurasia, dan Hubungan dengan Rekan Senegara, kapal-kapal selam yang diperintahkan Trump telah lama berada di bawah kendali, dan Moskow tidak perlu menanggapi komentar pemimpin AS tersebut.

Baca Juga: Marah Besar! Trump Kirim Kapal Selam Nuklir ke Perbatasan Rusia

"Kapal selam [nuklir] kami jauh lebih banyak di lautan dunia, [dan mereka] memiliki senjata terkuat dan terdahsyat. Inilah sebabnya, biarkan dua kapal [Trump] berlayar, mereka sudah lama berada di bawah todongan senjata. Kami tidak bisa memberikan jawaban, karena kami tahu betul siapa Donald Trump. Beberapa bulan terakhir ini menunjukkan bahwa dia berubah pikiran 24 jam sehari," kata Vodolatsky, seperti dikutip dari kantor berita pemerintah Rusia; TASS, Minggu (3/8/2025).

Trump mengumumkan langkah tersebut pada hari Jumat di platform media sosialnya sebagai tanggapan atas apa yang disebutnya "pernyataan yang sangat provokatif" dari mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev.

"Berdasarkan pernyataan yang sangat provokatif dari mantan presiden Rusia, Dmitry Medvedev, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Federasi Rusia, saya telah memerintahkan penempatan dua kapal selam nuklir di wilayah yang tepat, untuk berjaga-jaga jika pernyataan bodoh dan provokatif ini lebih dari sekadar itu. Kata-kata sangatlah penting, dan seringkali dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan, saya harap ini tidak termasuk. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini," ujar Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

Trump tidak menyebutkan kapal selam mana yang dikerahkan atau di mana lokasinya.

Sementara itu, Vodolatsky menegaskan bahwa akan lebih logis bagi AS untuk berfokus pada upaya yang sedang berlangsung, termasuk pembentukan kelompok negosiasi Rusia-Amerika dan kunjungan delegasi ke Rusia dan Amerika Serikat.

"Dan penyusunan perjanjian utama yang harus disepakati antara Rusia dan Amerika agar seluruh dunia tenang dan berhenti membicarakan pecahnya Perang Dunia III," imbuh dia.

Pertikaian dimulai ketika Mededev, yang kini menjabat sebagai wakil ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia, mengunggah postingan di X awal pekan ini dalam bahasa Inggris bahwa "setiap ultimatum baru Trump merupakan ancaman dan langkah menuju perang" antara AS dan Rusia.

Mededev menyampaikan komentar tersebut menanggapi Trump yang memperpendek batas waktu gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina dari 50 hari menjadi sepuluh hari, yang akan berakhir pekan depan.

“Trump sedang memainkan permainan ultimatum dengan Rusia: 50 hari atau 10 hari. Dia harus mengingat 2 hal: 1. Rusia bukanlah Israel atau bahkan Iran. 2. Setiap ultimatum baru merupakan ancaman dan langkah menuju perang. Bukan antara Rusia dan Ukraina, melainkan dengan negaranya sendiri. Jangan terjebak dalam situasi seperti Sleepy Joe!,” tulis Medvedev di X, mengacu pada mantan presiden AS Joe Biden.

Lebih lanjut, pada hari Kamis, dia mengomentari pernyataan Trump tentang ekonomi Rusia dan mendesak pemimpin Amerika tersebut untuk tidak melupakan bahaya "kematian".

“Tentang 'ekonomi mati' India dan Rusia dan 'memasuki wilayah berbahaya'-baiklah, biarkan dia mengingat film favoritnya tentang mayat hidup, dan betapa berbahayanya 'Dead Hand' yang legendaris,” tulis Medvedev, mengacu pada sistem komando serangan nuklir semi-otomatis Rusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Venezuela Masih Mencekam...
Venezuela Masih Mencekam Diguncang Gempa Susulan, Korban Tewas dan Hilang Terus Bertambah
Rekomendasi
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved