AS dan Rusia di Ambang Perang Nuklir, Siapa yang Lebih Kuat?

Minggu, 03 Agustus 2025 - 06:28 WIB
loading...
AS dan Rusia di Ambang...
AS dan Rusia sedang di ambang perang nuklir. Siapa yang lebih kuat? Foto/via Financial Times
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) dan Rusia sedang di ambang perang nuklir setelah Presiden Amerika Donald Trump memerintahkan pengerahan dua kapal selam bersenjata nuklir ke dekat perbatasan Rusia dan menyatakan siap untuk perang nuklir. Jika perang seperti itu terjadi, siapa yang lebih kuat?

Langkah Trump itu sebagai respons atas apa yang dia sebut sebagai "ancaman" yang tidak pantas yang dikeluarkan oleh mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump menjelaskan perintahnya untuk mengerahkan dua kapal selam nuklir pada Jumat pagi waktu Washington. Dia berjanji untuk mengirim kapal-kapal selam tersebut ke tempat yang dia sebut "wilayah yang tepat".

Baca Juga: Trump: AS Siap Hadapi Perang Nuklir dengan Rusia

"Ya, kami harus melakukan itu. Kami hanya harus berhati-hati. Sebuah ancaman telah dilontarkan, dan kami pikir itu tidak pantas," kata Trump. "Jadi saya melakukan itu atas dasar keselamatan rakyat kami. Ancaman telah dilontarkan oleh mantan presiden Rusia, dan kami akan melindungi rakyat kami," kata Trump.

"Baiklah, Anda tinggal baca saja apa yang dia katakan. Dia berbicara tentang nuklir. Ketika Anda berbicara tentang nuklir, kita harus siap. Dan kita benar-benar siap," paparnya, mengacu pada persiapan untuk perang nuklir.

Awal pekan ini, Medvedev bereaksi terhadap penolakan Trump terhadap komitmen New Delhi untuk bergantung pada energi Rusia. "Tentang 'ekonomi mati' India dan Rusia dan 'memasuki wilayah yang sangat berbahaya'–ya, biarkan dia mengingat film favoritnya tentang 'orang mati berjalan', serta betapa berbahayanya 'Dead Hand' yang legendaris itu," tulis Medvedev di media sosial, mengacu pada sistem komando serangan nuklir semi-otomatis Rusia jika kepemimpinan Kremlin lumpuh yang dikenal sebagai sistem "Dead Hand" atau "Tangan Mati".

Perbandingan Kekuatan Nuklir AS vs Rusia, Siapa Lebih Kuat?

1. Jumlah Total Hulu Ledak Nuklir


♦Rusia: ±5.459 unit, dengan 1.718 siap tempur.

♦AS: ±5.177 unit, dengan 1.770 siap tempur.

Kedua negara memegang sekitar 90% dari total persenjataan nuklir dunia, yakni lebih dari 12.000 hulu ledak nuklir.

2. Kekuatan Nuklir Strategis

♦Rusia, yang masih menjadi negara dengan inventaris nuklir terbanyak, sedang secara aktif memperbarui sistem rudal balistik antarbenua (ICBM) seperti Yars dan Sarmat, serta meningkatkan armada kapal selam Borei dan pesawat pengebom PAK-DA meski terjadi keterlambatan.

♦AS terus memodernisasi triad nuklirnya, mengoperasikan 14 kapal selam kelas Ohio yang membawa misil Trident II, serta pesawat B-2, B-52, dan pesawat tempur terbaru B-21 Raider sebagai bagian dari strategi triad nuklirnya.

3. Kekuatan Nuklir Taktis


♦Rusia menekankan senjata non-strategis, dengan ribuan hulu ledak taktis siap tempur. Itu memberi fleksibilitas dan tekanan di kawasan tanpa eskalasi nuklir penuh.

♦AS memiliki taktik lebih terbatas di kategori ini, tetapi triad nuklir strategisnya tetap menjadi tulang punggung "deterrence" modern.

Kesimpulannya adalah Rusia lebih unggul dalam total kepemilikan senjata nuklir dibanding AS. Hanya saja, AS memimpin dalam modernisasi sistem pengiriman senjata nuklir, triad nuklir dengan jangkauan luas, dan investasi besar-besaran untuk jangka panjang.

Sumber data: Federation of American Scientists dan Reuters.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Berita Terkini
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved