Profil Dmitry Medvedev, Pejabat Rusia yang Ancam Trump dengan Serangan Nuklir 'Dead Hand'
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 13:26 WIB
loading...
A
A
A
Medvedev mengatakan bahwa pernyataan Trump menunjukkan bahwa Rusia harus melanjutkan kebijakannya saat ini.
"Jika beberapa kata dari mantan presiden Rusia memicu reaksi gugup seperti itu dari presiden Amerika Serikat yang berwibawa, maka Rusia melakukan segalanya dengan benar dan akan terus berjalan di jalurnya sendiri," kata Medvedev dalam sebuah unggahan di Telegram, yang dikutip Reuters, Jumat (1/8/2025).
"Trump seharusnya ingat," katanya. "Betapa berbahayanya 'Dead Hand [Tangan Mati]' yang legendaris itu," lanjut dia, mengacu pada sistem komando semi-otomatis rahasia Rusia yang dirancang untuk meluncurkan rudal nuklir Moskow jika kepemimpinannya telah dilumpuhkan dalam serangan pemenggalan kepala oleh musuh.
♦Nama lengkap: Dmitry Anatolyevich Medvedev.
♦Lahir: 14 September 1965 di Leningrad, Uni Soviet (sekarang Rusia).
♦Pendidikan: Universitas Negeri Leningrad, jurusan hukum; sebelumnya aktif di partai CPSU dan kemudian Partai Rusia Bersatu.
•Karier politik:
♦Presiden Rusia (2008–2012).
♦Perdana Menteri Rusia (2012–2020).
♦Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia sejak Januari 2020 hingga sekarang.
Selama menjabat presiden, Medvedev meluncurkan program modernisasi ekonomi dan teknologi, berusaha mengurangi ketergantungan Rusia pada minyak dan gas. Dia juga menandatangani perjanjian New-START untuk pengurangan senjata nuklir dengan AS.
Pada dekade 2010-an, Medvedev dianggap lebih moderat dan pro-Barat. Namun sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, posisi kebijakan dan retoriknya berubah 180 derajat menjadi semakin keras dan konfrontatif dengan Barat.
"Jika beberapa kata dari mantan presiden Rusia memicu reaksi gugup seperti itu dari presiden Amerika Serikat yang berwibawa, maka Rusia melakukan segalanya dengan benar dan akan terus berjalan di jalurnya sendiri," kata Medvedev dalam sebuah unggahan di Telegram, yang dikutip Reuters, Jumat (1/8/2025).
"Trump seharusnya ingat," katanya. "Betapa berbahayanya 'Dead Hand [Tangan Mati]' yang legendaris itu," lanjut dia, mengacu pada sistem komando semi-otomatis rahasia Rusia yang dirancang untuk meluncurkan rudal nuklir Moskow jika kepemimpinannya telah dilumpuhkan dalam serangan pemenggalan kepala oleh musuh.
Profil Dmitry Medvedev
♦Nama lengkap: Dmitry Anatolyevich Medvedev.
♦Lahir: 14 September 1965 di Leningrad, Uni Soviet (sekarang Rusia).
♦Pendidikan: Universitas Negeri Leningrad, jurusan hukum; sebelumnya aktif di partai CPSU dan kemudian Partai Rusia Bersatu.
•Karier politik:
♦Presiden Rusia (2008–2012).
♦Perdana Menteri Rusia (2012–2020).
♦Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia sejak Januari 2020 hingga sekarang.
Selama menjabat presiden, Medvedev meluncurkan program modernisasi ekonomi dan teknologi, berusaha mengurangi ketergantungan Rusia pada minyak dan gas. Dia juga menandatangani perjanjian New-START untuk pengurangan senjata nuklir dengan AS.
Pembenci Barat yang Umbar Ancaman Nuklir
Pada dekade 2010-an, Medvedev dianggap lebih moderat dan pro-Barat. Namun sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, posisi kebijakan dan retoriknya berubah 180 derajat menjadi semakin keras dan konfrontatif dengan Barat.
Lihat Juga :