Profil Dmitry Medvedev, Pejabat Rusia yang Ancam Trump dengan Serangan Nuklir 'Dead Hand'
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 13:26 WIB
loading...
A
A
A
Sekarang, Medvedev telah menjadi figur terdepan dalam “saber-rattling” nuklir Kremlin.
Medvedev mengecam ultimatum Donald Trump kepada Kremlin terkait perang Ukraina, dan malah membalas dengan mengingatkan sistem nuklir rahasia Soviet: "Dead Hand"—sistem serangan nuklir semi-otomatis jika kepemimpinan Rusia lumpuh.
Medvedev sebelumnya mengeklaim beberapa negara bisa "menyediakan hulu ledak nuklir ke Iran" setelah serangan AS terhadap situs nuklir Iran pada Juni lalu.
Selain itu, pada Februari 2024, dia pernah menyatakan bahwa jika Rusia dipaksa kembali ke perbatasan 1991, dampaknya bisa memicu perang nuklir besar terhadap Washington, London, Berlin, dan Kyiv.
Medvedev sering menggunakan retorika serangan nuklir sebagai alat "deterrence" dengan maksud agar Barat tidak memperluas dukungan militernya kepada Ukraina.
Medvedev mengecam ultimatum Donald Trump kepada Kremlin terkait perang Ukraina, dan malah membalas dengan mengingatkan sistem nuklir rahasia Soviet: "Dead Hand"—sistem serangan nuklir semi-otomatis jika kepemimpinan Rusia lumpuh.
Medvedev sebelumnya mengeklaim beberapa negara bisa "menyediakan hulu ledak nuklir ke Iran" setelah serangan AS terhadap situs nuklir Iran pada Juni lalu.
Selain itu, pada Februari 2024, dia pernah menyatakan bahwa jika Rusia dipaksa kembali ke perbatasan 1991, dampaknya bisa memicu perang nuklir besar terhadap Washington, London, Berlin, dan Kyiv.
Medvedev sering menggunakan retorika serangan nuklir sebagai alat "deterrence" dengan maksud agar Barat tidak memperluas dukungan militernya kepada Ukraina.
(mas)
Lihat Juga :