Jerman Desak Perundingan Solusi 2 Negara Harus Dimulai Sekarang

Kamis, 31 Juli 2025 - 20:46 WIB
loading...
Jerman Desak Perundingan...
Anak-anak yang mengalami gizi buruk mendapat perawatan terbatas karena kurangnya susu formula dan obat di rumah sakit di Gaza. Foto/anadolu
A A A
BERLIN - Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Johann Wadephul mengatakan pengakuan negara Palestina lebih merupakan hasil akhir dari negosiasi solusi dua negara, tetapi proses tersebut harus dimulai sekarang. Dia memperingatkan Berlin akan merespons "langkah sepihak".

"Solusi dua negara yang dinegosiasikan tetap menjadi satu-satunya jalan yang dapat menawarkan kehidupan yang damai, aman, dan bermartabat bagi kedua belah pihak," ujarnya dalam pernyataan yang dikeluarkan sesaat sebelum berangkat ke Israel dan wilayah Palestina.

"Bagi Jerman, pengakuan negara Palestina lebih merupakan hasil akhir dari proses tersebut. Namun, proses tersebut harus dimulai sekarang," papar Wadephul.

Sementara itu, sumber-sumber medis mengatakan kepada Al Jazeera bahwa jumlah orang yang meninggal karena kelaparan hari ini telah mencapai dua orang.

“Kedua korban adalah anak-anak,” ungkap mereka.

Tidak jelas apakah salah satu kasus ini merujuk pada pemuda yang mati kelaparan hari ini di Khan Younis.

Jumlah total kematian akibat kelaparan mencapai 159, termasuk 90 anak-anak, menurut sumber tersebut.

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) telah mengunggah pesan di X dari salah satu pekerjanya, Dahlia, di Gaza.

Di dalamnya, ia berkata, “Di Gaza, kelaparan bukan lagi bayangan; melainkan teman yang selalu ada. Setiap pagi saya bangun dengan pertanyaan yang sama: Akankah saya menemukan roti untuk memberi makan anak-anak saya hari ini?”

“Sepotong kecil roti menjadi harta karun. Sesendok nasi adalah alasan untuk tersenyum. Anak-anak saya meminta makanan, tetapi keheningan yang mengikutinya lebih keras daripada bom apa pun,” ungkap dia.

Baca juga: Amir Berjalan 12 km untuk Mendapat Makanan dan Ditembak Mati Tentara Israel di Jebakan Maut Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Diserang AS Lagi, Iran...
Diserang AS Lagi, Iran Tutup Selat Hormuz Tembak 2 Kapal Tanker
Rekomendasi
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Praz Teguh Akui Sudah Kembalikan Uang Saku
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Berita Terkini
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Infografis
5 Negara Dulu Menentang...
5 Negara Dulu Menentang Kemerdekaan Palestina Sekarang Mengakui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved