Puluhan Komandan Militer China Dipecat, Xi Jinping Konsolidasikan Kekuatan Jelang 2027
Rabu, 30 Juli 2025 - 10:02 WIB
loading...
A
A
A
Namun, menurut Fravel, pembersihan ini juga bisa diarahkan pada pejabat yang dianggap membentuk “gunung kekuasaan” pribadi dalam tubuh PLA, yang dianggap mengancam kontrol Xi.
Sayangnya, menurut Dr Zi, “atmosfer penuh ketakutan ini memberi Xi suara tunggal dalam urusan pertahanan, meski ia tak memiliki latar belakang militer kuat.”
Bulan lalu, Politbiro PKC mengumumkan pembentukan “badan pengambilan keputusan dan koordinasi Komite Sentral” yang baru. Badan ini mengeklaim memperkuat kepemimpinan terpusat dalam kebijakan besar. Namun, Xi hanya disebut sebagai anggota, bukan sebagai pemimpin utama.
Absennya penerus yang jelas memperkuat dugaan bahwa Xi berambisi memimpin seumur hidup. Pleno PKC yang dijadwalkan bulan depan—biasanya menjadi forum pemilihan pemimpin masa depan—akan menjadi penanda penting apakah Xi benar-benar mengamankan kekuasaan tanpa batas waktu.
“Para elite PKC mungkin sepakat tentang visi kejayaan China di masa lalu, tapi tidak semuanya sepakat siapa yang harus memimpin jalan ke sana,” ujar Mattis.
Meski begitu, Xi telah memastikan bahwa jarinya tetap berada di pelatuk kekuatan militer. “Partai memegang kendali atas senjata,” kata Dr Zi. “Tapi komando tunggal tanpa perdebatan bisa sangat membahayakan kesiapan tempur PLA.”
Sayangnya, menurut Dr Zi, “atmosfer penuh ketakutan ini memberi Xi suara tunggal dalam urusan pertahanan, meski ia tak memiliki latar belakang militer kuat.”
Xi Ingin Berkuasa Seumur Hidup?
Bulan lalu, Politbiro PKC mengumumkan pembentukan “badan pengambilan keputusan dan koordinasi Komite Sentral” yang baru. Badan ini mengeklaim memperkuat kepemimpinan terpusat dalam kebijakan besar. Namun, Xi hanya disebut sebagai anggota, bukan sebagai pemimpin utama.
Absennya penerus yang jelas memperkuat dugaan bahwa Xi berambisi memimpin seumur hidup. Pleno PKC yang dijadwalkan bulan depan—biasanya menjadi forum pemilihan pemimpin masa depan—akan menjadi penanda penting apakah Xi benar-benar mengamankan kekuasaan tanpa batas waktu.
“Para elite PKC mungkin sepakat tentang visi kejayaan China di masa lalu, tapi tidak semuanya sepakat siapa yang harus memimpin jalan ke sana,” ujar Mattis.
Meski begitu, Xi telah memastikan bahwa jarinya tetap berada di pelatuk kekuatan militer. “Partai memegang kendali atas senjata,” kata Dr Zi. “Tapi komando tunggal tanpa perdebatan bisa sangat membahayakan kesiapan tempur PLA.”
(mas)
Lihat Juga :