PM Jepang Ishiba Perintahkan Warga Mengungsi dari Wilayah Peringatan Tsunami

Rabu, 30 Juli 2025 - 09:53 WIB
loading...
PM Jepang Ishiba Perintahkan...
Peta lokasi gempa bumi di Rusia dan potensi tsunami di negara-negara lain. Foto/aljazeera
A A A
TOKYO - Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba menyampaikan pidato singkat kepada publik, mendesak masyarakat mengungsi dari area yang berada dalam peringatan tsunami. Gelombang tsunami telah mencapai wilayah Jepang.

Ishiba mengatakan pemerintah "akan melakukan upaya terbaik untuk menghindari kerugian bagi masyarakat", meskipun masih belum diketahui bagaimana perkembangan peristiwa hari itu.

Gelombang pertama saat ini sedang mencapai Jepang utara, menurut perkiraan Badan Meteorologi Jepang.

Teluk Tokyo dan Osaka keduanya berada dalam peringatan tsunami, dan dapat mengalami gelombang setinggi satu meter.

Gempa bumi terjadi sebelumnya, di sebelah timur kota Petropavlovsk-Kamchatsky, Rusia, di wilayah yang dikenal sebagai busur Kuril-Kamchatka, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).

Busur Kuril-Kamchatka sering mengalami gempa bumi berkekuatan sedang hingga besar, menurut USGS, dengan 31 gempa bumi lain berkekuatan 6,5 Skala Richter (SR) atau lebih tinggi tercatat dalam jarak 250 km (155 mil) dari gempa bumi Rabu dalam 100 tahun terakhir.

Gempa bumi berkekuatan 7,4 SR yang tercatat di sana pada 20 Juli 2025, kini akan dianggap sebagai gempa pendahuluan untuk gempa bumi pagi ini, menurut USGS.

Episentrum gempa bumi terakhir berada 45 km (28 mil) di tenggara episentrum gempa bumi Kamchatka berkekuatan 9,0 SR pada 4 November 1952.

Gempa bumi tahun 1952 menyebabkan tsunami di seluruh Pasifik, tetapi tidak ada laporan kematian meskipun memicu gelombang setinggi 9,1 meter (30 kaki) di Hawaii.

Baca juga: Gempa Bumi 8,7 SR Guncang Timur Jauh Rusia, Picu Peringatan Tsunami
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
Iran Dilaporkan Akan...
Iran Dilaporkan Akan Serang Israel dari Wilayah Irak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved