5 Orang Tewas dalam Penembakan di Gedung Pencakar Langit Manhattan AS, Ini Pelakunya
Selasa, 29 Juli 2025 - 10:57 WIB
loading...
Lima orang tewas dalam penembakan di gedung pencakar langit di Manhattan, AS. Mereka yang tewas termasuk pelaku penembakan. Foto/Olga Fedorova/The New York Times
A
A
A
MANHATTAN - Total 5 orang tewas dalam penembakan di dalam gedung pencakar langit di Midtown Manhattan, New York City, Amerika Serikat (AS), pada Senin malam waktu setempat. Mereka yang tewas, termasuk petugas polisi dan pelaku penembakan yang diduga bunuh diri.
Pelaku penembakan, seorang pria berusia 27 tahun bernama Shane Devon Tamura, awalnya memasuki gedung sambil menenteng senapan M4 berkekuatan tinggi. Dia kemudian mengumbar tembakan dan menewaskan empat orang, termasuk seorang petugas polisi yang sedang tidak bertugas.
Para pejabat mengatakan ada satu orang lagi yang mengalami luka kritis akibat penembakan tersebut.
Baca Juga: Penembakan Guncang Gedung Pencakar Langit Manhattan AS, Polisi Tewas, Pelaku Bunuh Diri
Mengutip laporan ABC News, Selasa (29/7/2025), insiden itu terjadi tepat sebelum pukul 18.30 di sebuah gedung yang terletak di 345 Park Ave dan 52nd Street, yang merupakan kantor pusat perusahaan investasi Blackstone dan National Football League.
Tidak jelas apakah perusahaan-perusahaan tersebut, atau perusahaan mana pun di gedung itu, terkait dengan motif penembakan.
Setelah tampaknya membarikade diri di lantai 33, pelaku; Shane Devon Tamura yang diidentifikasi sebagai warga Las Vegas, ditemukan tewas akibat luka tembak yang diduga dilakukannya sendiri, menurut Komisaris Departemen Kepolisian New York (NYPD), Jessica Tisch.
Dalam konferensi pers, Tisch mengatakan informasi awal menunjukkan pelaku melakukan perjalanan lintas negara bagian dengan mobil dari Las Vegas sebelum tiba di New York City.
Tamura memiliki izin untuk membawa senjata tersembunyi di negara bagian Nevada. "Kami yakin ini dilakukan oleh seorang diri," kata Tisch.
Menurutnya, pelaku keluar dari BMW yang terparkir di depan gedung perkantoran dan memasuki lobi sendirian. Dia kemudian menembaki seorang petugas NYPD dan menghujani lobi dengan peluru.
Pelaku lantas menuju ke lift, tempat dia menembak seorang petugas keamanan. Selanjutnya, pelaku naik ke lantai 33, tempat dia menembak orang lain sebelum diduga menembak dirinya sendiri di bagian dada.
Petugas menggeledah kendaraan pelaku setelah penembakan, dan menemukan selongsong senapan berisi peluru, revolver berisi peluru, amunisi dan magasin, sebuah ransel. "Dan obat yang diresepkan untuk Tamura," kata Tisch.
Motifnya saat ini sedang diselidiki, kata Wakil Direktur FBI Dan Bongino.
Seorang saksi mata di dalam gedung perkantoran Midtown pada saat penembakan terjadi menceritakan kepada ABC News bagaimana suasana di tempat kejadian ketika rekan-rekannya bersembunyi di balik pintu, tidak yakin dengan apa yang sedang terjadi.
"Kami mendengar beberapa tembakan beruntun dari lantai satu, dan banyak dari kami langsung bergegas masuk ke ruangan," kata Jessica Chen, menambahkan bahwa dia sedang berada di lantai dua gedung tersebut, menonton presentasi bersama sekitar 150 orang lainnya ketika penembakan dimulai.
"Beberapa orang keluar melalui pintu belakang, ke jalan. Yang lain, termasuk saya, berlari ke ruang konferensi, lalu akhirnya membarikade meja-meja di seberang pintu dan hanya diam saja," kata Chen.
"Saya mengirim pesan kepada orang tua saya, 'Saya sayang mereka'," kata Chen. "Tidak ada yang bisa menggambarkan perasaan itu."
Chen melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia ingat pernah melakukan latihan menembak aktif di sekolah dan mengatakan dia sering bertanya-tanya apa yang akan dia lakukan dalam skenario seperti ini. "Sangat disayangkan semua orang Amerika bisa memikirkan hal ini," kata Chen.
"Personel dan agen manajemen Kantor Lapangan FBI New York merespons untuk memberikan dukungan di tempat kejadian perkara aktif di Manhattan," imbuh Bongino di X.
Gubernur New York Kathy Hochul mengatakan dia telah diberi pengarahan tentang situasi tersebut.
KPMG, sebuah firma akuntansi yang juga berkantor di gedung tersebut, merilis pernyataan setelah penembakan, yang mengatakan, "Kami turut berduka cita kepada para korban tindakan mengerikan ini dan keluarga mereka."
"Kami sangat berterima kasih atas keberanian petugas keamanan gedung dan penegak hukum," kata perusahaan itu.
Pelaku penembakan, seorang pria berusia 27 tahun bernama Shane Devon Tamura, awalnya memasuki gedung sambil menenteng senapan M4 berkekuatan tinggi. Dia kemudian mengumbar tembakan dan menewaskan empat orang, termasuk seorang petugas polisi yang sedang tidak bertugas.
Para pejabat mengatakan ada satu orang lagi yang mengalami luka kritis akibat penembakan tersebut.
Baca Juga: Penembakan Guncang Gedung Pencakar Langit Manhattan AS, Polisi Tewas, Pelaku Bunuh Diri
Mengutip laporan ABC News, Selasa (29/7/2025), insiden itu terjadi tepat sebelum pukul 18.30 di sebuah gedung yang terletak di 345 Park Ave dan 52nd Street, yang merupakan kantor pusat perusahaan investasi Blackstone dan National Football League.
Tidak jelas apakah perusahaan-perusahaan tersebut, atau perusahaan mana pun di gedung itu, terkait dengan motif penembakan.
Setelah tampaknya membarikade diri di lantai 33, pelaku; Shane Devon Tamura yang diidentifikasi sebagai warga Las Vegas, ditemukan tewas akibat luka tembak yang diduga dilakukannya sendiri, menurut Komisaris Departemen Kepolisian New York (NYPD), Jessica Tisch.
Dalam konferensi pers, Tisch mengatakan informasi awal menunjukkan pelaku melakukan perjalanan lintas negara bagian dengan mobil dari Las Vegas sebelum tiba di New York City.
Tamura memiliki izin untuk membawa senjata tersembunyi di negara bagian Nevada. "Kami yakin ini dilakukan oleh seorang diri," kata Tisch.
Menurutnya, pelaku keluar dari BMW yang terparkir di depan gedung perkantoran dan memasuki lobi sendirian. Dia kemudian menembaki seorang petugas NYPD dan menghujani lobi dengan peluru.
Pelaku lantas menuju ke lift, tempat dia menembak seorang petugas keamanan. Selanjutnya, pelaku naik ke lantai 33, tempat dia menembak orang lain sebelum diduga menembak dirinya sendiri di bagian dada.
Petugas menggeledah kendaraan pelaku setelah penembakan, dan menemukan selongsong senapan berisi peluru, revolver berisi peluru, amunisi dan magasin, sebuah ransel. "Dan obat yang diresepkan untuk Tamura," kata Tisch.
Motifnya saat ini sedang diselidiki, kata Wakil Direktur FBI Dan Bongino.
Seorang saksi mata di dalam gedung perkantoran Midtown pada saat penembakan terjadi menceritakan kepada ABC News bagaimana suasana di tempat kejadian ketika rekan-rekannya bersembunyi di balik pintu, tidak yakin dengan apa yang sedang terjadi.
"Kami mendengar beberapa tembakan beruntun dari lantai satu, dan banyak dari kami langsung bergegas masuk ke ruangan," kata Jessica Chen, menambahkan bahwa dia sedang berada di lantai dua gedung tersebut, menonton presentasi bersama sekitar 150 orang lainnya ketika penembakan dimulai.
"Beberapa orang keluar melalui pintu belakang, ke jalan. Yang lain, termasuk saya, berlari ke ruang konferensi, lalu akhirnya membarikade meja-meja di seberang pintu dan hanya diam saja," kata Chen.
"Saya mengirim pesan kepada orang tua saya, 'Saya sayang mereka'," kata Chen. "Tidak ada yang bisa menggambarkan perasaan itu."
Chen melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia ingat pernah melakukan latihan menembak aktif di sekolah dan mengatakan dia sering bertanya-tanya apa yang akan dia lakukan dalam skenario seperti ini. "Sangat disayangkan semua orang Amerika bisa memikirkan hal ini," kata Chen.
"Personel dan agen manajemen Kantor Lapangan FBI New York merespons untuk memberikan dukungan di tempat kejadian perkara aktif di Manhattan," imbuh Bongino di X.
Gubernur New York Kathy Hochul mengatakan dia telah diberi pengarahan tentang situasi tersebut.
KPMG, sebuah firma akuntansi yang juga berkantor di gedung tersebut, merilis pernyataan setelah penembakan, yang mengatakan, "Kami turut berduka cita kepada para korban tindakan mengerikan ini dan keluarga mereka."
"Kami sangat berterima kasih atas keberanian petugas keamanan gedung dan penegak hukum," kata perusahaan itu.
(mas)
Lihat Juga :