Eks PM Zionis Naftali Bennett: Israel Sedang Runtuh

Selasa, 29 Juli 2025 - 08:23 WIB
loading...
Eks PM Zionis Naftali...
Mantan Perdana Menteri Zionis Israel Naftali Bennett menyatakan Israel sedang runtuh. Dia mendesak penggantian segera pemerintahan PM Benjamin Netanyahu. Foto/Yonatan Sindel/Flash90
A A A
TEL AVIV - Mantan Perdana Menteri (PM) Zionis Israel Naftali Bennett mengatakan Israel sedang runtuh. Untuk itu, dia mendesak penggantian segera pemerintahan PM Benjamin Netanyahu.

"Dari Washington, D.C., saya melaporkan bahwa Israel sedang runtuh," tulis Bennett di akun X-nya.

Bennett, yang menjabat sebagai PM Israel dari Juni 2021 hingga Juni 2022, mengeklaim bahwa dia "menghadapi tsunami tuduhan, narasi kelaparan yang didorong oleh Hamas dan PBB, serta citra dan kebohongan yang direkayasa tentang Israel."

Baca Juga: 18.500 Tentara Israel Terluka sejak 7 Oktober, Banyak yang Menderita PTSD

Mengkritik anggota koalisi Netanyahu, Bennett mengatakan: "Mereka menimbulkan kerusakan yang mengerikan melalui pernyataan sembrono seperti 'Kami akan memusnahkan Gaza' dan 'Jatuhkan bom nuklir di Gaza', semua itu hanya untuk mendapatkan poin politik dari basis mereka."

"Bahkan upaya untuk memperpanjang perang di Gaza, seolah-olah kita punya waktu tak terbatas, justru menyebabkan kerugian besar bagi kita," paparnya, yang dilansir Middle East Monitor, Selasa (29/7/2025).

"Kesimpulannya jelas: satu-satunya jalan keluar dari lubang ini adalah mengganti pemerintahan yang destruktif ini sesegera mungkin dan menempatkan negara ini di jalur yang baru," imbuh Bennett.

Israel telah memberlakukan blokade di Gaza selama 18 tahun, dan sejak 2 Maret telah menutup semua penyeberangan, memperburuk kondisi kemanusiaan bagi 2,4 juta penduduk wilayah tersebut.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 147 warga Palestina, termasuk 88 anak-anak, telah meninggal dunia akibat kelaparan dan malnutrisi sejak Oktober 2023.

Menolak seruan internasional untuk gencatan senjata, militer Israel telah melancarkan serangan brutal di Gaza sejak 7 Oktober 2023, menewaskan hampir 60.000 warga Palestina, kebanyakan perempuan dan anak-anak.

Pengeboman tanpa henti juga telah menghancurkan daerah kantong Palestina tersebut dan menyebabkan kekurangan pangan.

November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perang yang dilakukannya di daerah kantong Palestina tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Bukan Akhir dari Konflik,...
Bukan Akhir dari Konflik, MoU Perjanjian Damai AS-Iran Hanya Redakan Ketegangan
Rekomendasi
Miris, Lagu Kebangsaan...
Miris, Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026
Gempa Besar M6,7 Guncang...
Gempa Besar M6,7 Guncang Palu, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Aktif
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Berita Terkini
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved