Kamboja Sangkal Tembakkan Rudal Jarak Jauh China ke Thailand
Minggu, 27 Juli 2025 - 13:19 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun mengeklaim memperoleh kemajuan di medan perang pada hari Sabtu, para pejabat tinggi militer Thailand meningkatkan kewaspadaan atas meningkatnya ancaman dari Kamboja.
Mayor Jenderal Wanchana Sawasdee, Direktur Koordinasi Misi Keamanan di Komando Operasi Keamanan Dalam Negeri, memperingatkan bahwa Kamboja telah memindahkan peluncur rudal PHL-03 buatan China ke dekat perbatasan Thailand yang berbahaya. Sebagai tanggapan, Thailand menegaskan: jika sistem tersebut mengancam warga sipil, sistem tersebut akan disingkirkan.
Permusuhan militer antara Thailand dan Kamboja telah meningkat drastis menyusul serangan lintas batas yang mematikan dan meningkatnya kekhawatiran atas pengerahan rudal.
Pada hari Kamis, Kamboja meluncurkan salvo roket dan rudal ke wilayah Thailand, menghantam wilayah sipil dan menewaskan 13 orang. Beberapa lainnya terluka. Di antara target tersebut adalah rumah sakit, sekolah, dan stasiun pengisian bahan bakar di provinsi-provinsi dekat perbatasan.
"Pergerakan PHL-03 merupakan ancaman yang jelas," ujar Sawasdee, seperti dikutip Thai Examiner.
"Jika Thailand menggunakan penghancuran yang mendalam, hal itu dibenarkan dan proporsional," imbuh dia.
PHL-03 adalah sistem rudal peluncur ganda China yang sangat mumpuni. Sistem ini menembakkan dua belas misil 300 mm dari kendaraan roda 8x8 yang dapat dipindahkan.
Rudal-rudal tersebut memiliki jangkauan maksimum 130 kilometer, yang menempatkan sembilan provinsi di Thailand dalam jangkauan langsung dari posisi peluncuran Kamboja.
Provinsi-provinsi tersebut meliputi Ubon Ratchathani, Si Sa Ket, Surin, Buriram, Nakhon Ratchasima, Sa Kaeo, Chachoengsao, Chanthaburi, dan Trat.
Mayor Jenderal Wanchana Sawasdee, Direktur Koordinasi Misi Keamanan di Komando Operasi Keamanan Dalam Negeri, memperingatkan bahwa Kamboja telah memindahkan peluncur rudal PHL-03 buatan China ke dekat perbatasan Thailand yang berbahaya. Sebagai tanggapan, Thailand menegaskan: jika sistem tersebut mengancam warga sipil, sistem tersebut akan disingkirkan.
Permusuhan militer antara Thailand dan Kamboja telah meningkat drastis menyusul serangan lintas batas yang mematikan dan meningkatnya kekhawatiran atas pengerahan rudal.
Pada hari Kamis, Kamboja meluncurkan salvo roket dan rudal ke wilayah Thailand, menghantam wilayah sipil dan menewaskan 13 orang. Beberapa lainnya terluka. Di antara target tersebut adalah rumah sakit, sekolah, dan stasiun pengisian bahan bakar di provinsi-provinsi dekat perbatasan.
"Pergerakan PHL-03 merupakan ancaman yang jelas," ujar Sawasdee, seperti dikutip Thai Examiner.
"Jika Thailand menggunakan penghancuran yang mendalam, hal itu dibenarkan dan proporsional," imbuh dia.
PHL-03 adalah sistem rudal peluncur ganda China yang sangat mumpuni. Sistem ini menembakkan dua belas misil 300 mm dari kendaraan roda 8x8 yang dapat dipindahkan.
Rudal-rudal tersebut memiliki jangkauan maksimum 130 kilometer, yang menempatkan sembilan provinsi di Thailand dalam jangkauan langsung dari posisi peluncuran Kamboja.
Provinsi-provinsi tersebut meliputi Ubon Ratchathani, Si Sa Ket, Surin, Buriram, Nakhon Ratchasima, Sa Kaeo, Chachoengsao, Chanthaburi, dan Trat.
Lihat Juga :