Thailand Tuduh Kamboja Kerahkan Rudal Jarak Jauh Buatan China
Minggu, 27 Juli 2025 - 10:23 WIB
loading...
A
A
A
"Jika Thailand menggunakan penghancuran yang mendalam, hal itu dibenarkan dan proporsional," imbuh dia.
PHL-03 adalah sistem rudal peluncur ganda China yang sangat mumpuni. Sistem ini menembakkan dua belas misil 300 mm dari kendaraan roda 8x8 yang dapat dipindahkan.
Rudal-rudal tersebut memiliki jangkauan maksimum 130 kilometer, yang menempatkan sembilan provinsi di Thailand dalam jangkauan langsung dari posisi peluncuran Kamboja.
Provinsi-provinsi tersebut meliputi Ubon Ratchathani, Si Sa Ket, Surin, Buriram, Nakhon Ratchasima, Sa Kaeo, Chachoengsao, Chanthaburi, dan Trat.
Khususnya, jika ditembakkan secara bersamaan, salvo penuh PHL-03 dapat mencakup lahan seluas 420 rai—sekitar 670.000 meter persegi. Luasnya hampir sama dengan delapan lapangan sepak bola.
Hulu ledak yang digunakan bervariasi jenisnya. Amunisi tanpa pemandu termasuk hulu ledak klaster BRC3 dan BRC4. Varian berdaya ledak tinggi, seperti BTE2, juga tersedia. Selain itu, sistem ini dapat menembakkan roket berpemandu presisi seperti BRE3 atau FD140A.
Para analis Thailand memperingatkan bahwa PHL-03 bukan sekadar senjata taktis. PHL-03 merupakan aset strategis yang dapat mengubah keseimbangan militer di kawasan tersebut. Mobilitasnya yang cepat—dengan kecepatan 60 km/jam dan jangkauan 650 km—membuatnya sulit dilacak dan dihancurkan setelah dikerahkan.
Sementara itu, Komando Wilayah Angkatan Darat Kedua Thailand telah mengaktifkan Rencana Pertahanan Wilayah Belakang. Pasukan di sepanjang perbatasan timur telah disiagakan dengan siaga tinggi. Laporan intelijen mengonfirmasi bahwa Kamboja telah memusatkan unit militer di sepanjang perbatasan dan memindahkan persenjataan berat.
PHL-03 adalah sistem rudal peluncur ganda China yang sangat mumpuni. Sistem ini menembakkan dua belas misil 300 mm dari kendaraan roda 8x8 yang dapat dipindahkan.
Rudal-rudal tersebut memiliki jangkauan maksimum 130 kilometer, yang menempatkan sembilan provinsi di Thailand dalam jangkauan langsung dari posisi peluncuran Kamboja.
Provinsi-provinsi tersebut meliputi Ubon Ratchathani, Si Sa Ket, Surin, Buriram, Nakhon Ratchasima, Sa Kaeo, Chachoengsao, Chanthaburi, dan Trat.
Khususnya, jika ditembakkan secara bersamaan, salvo penuh PHL-03 dapat mencakup lahan seluas 420 rai—sekitar 670.000 meter persegi. Luasnya hampir sama dengan delapan lapangan sepak bola.
Hulu ledak yang digunakan bervariasi jenisnya. Amunisi tanpa pemandu termasuk hulu ledak klaster BRC3 dan BRC4. Varian berdaya ledak tinggi, seperti BTE2, juga tersedia. Selain itu, sistem ini dapat menembakkan roket berpemandu presisi seperti BRE3 atau FD140A.
Para analis Thailand memperingatkan bahwa PHL-03 bukan sekadar senjata taktis. PHL-03 merupakan aset strategis yang dapat mengubah keseimbangan militer di kawasan tersebut. Mobilitasnya yang cepat—dengan kecepatan 60 km/jam dan jangkauan 650 km—membuatnya sulit dilacak dan dihancurkan setelah dikerahkan.
Sementara itu, Komando Wilayah Angkatan Darat Kedua Thailand telah mengaktifkan Rencana Pertahanan Wilayah Belakang. Pasukan di sepanjang perbatasan timur telah disiagakan dengan siaga tinggi. Laporan intelijen mengonfirmasi bahwa Kamboja telah memusatkan unit militer di sepanjang perbatasan dan memindahkan persenjataan berat.
Lihat Juga :