Perang Sengit Melawan Kamboja, Kota di Thailand Menjadi Kota Hantu
Minggu, 27 Juli 2025 - 08:50 WIB
loading...
A
A
A
Kedua negara telah terkunci dalam ketegangan sejak seorang tentara Kamboja tewas pada akhir Mei 2025 dalam pertempuran singkat. Pasukan perbatasan di kedua belah pihak sejak itu telah diperkuat secara besar-besaran di tengah krisis diplomatik yang semakin dalam yang telah secara signifikan mengguncang pemerintahan Thailand yang rentan.
Korban tewas dalam perang Thailand vs Kamboja telah mencapai 32 orang hingga Sabtu. Anehnya, militer Thailand lebih kuat tapi menderita korban jiwa lebih banyak dibanding Kamboja yang militernya lebih lemah.
Para pejabat Kamboja melaporkan 12 orang tewas akibat perang sengketa perbatasan yang sedang berlangsung dengan Thailand.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja, Maly Socheata, mengatakan kepada wartawan pada hari Sabtu bahwa tujuh warga sipil dan lima tentara lainnya dipastikan tewas. Seorang pria Kamboja lainnya sebelumnya dilaporkan tewas ketika roket Thailand menghantam pagoda Buddha tempat dia bersembunyi pada hari Kamis, namun belum dikonfirmasi militer setempat.
Setidaknya 50 warga sipil Kamboja dan lebih dari 20 tentara juga terluka, kata Socheata.
Sedangkan Thailand telah melaporkan 13 warga sipil—termasuk anak-anak—serta enam tentara tewas selama dua hari terakhir pertempuran. Sebanyak 29 tentara Thailand dan 30 warga sipil juga terluka dalam serangan Kamboja.
Surat kabar Kamboja, The Khmer Times, mengutip para pejabat di provinsi Preah Vihear, Kamboja, mengatakan sekitar 20.000 penduduk sejauh ini telah dievakuasi dari perbatasan utara negara itu dengan Thailand.
Lebih dari 138.000 orang juga telah dievakuasi dari wilayah perbatasan Thailand, dengan sekitar 300 pusat evakuasi telah dibuka, menurut pejabat Thailand. Pada hari Jumat, Thailand mengumumkan darurat militer di delapan distrik di sepanjang perbatasan dengan Kamboja.
Korban tewas dalam perang Thailand vs Kamboja telah mencapai 32 orang hingga Sabtu. Anehnya, militer Thailand lebih kuat tapi menderita korban jiwa lebih banyak dibanding Kamboja yang militernya lebih lemah.
Para pejabat Kamboja melaporkan 12 orang tewas akibat perang sengketa perbatasan yang sedang berlangsung dengan Thailand.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja, Maly Socheata, mengatakan kepada wartawan pada hari Sabtu bahwa tujuh warga sipil dan lima tentara lainnya dipastikan tewas. Seorang pria Kamboja lainnya sebelumnya dilaporkan tewas ketika roket Thailand menghantam pagoda Buddha tempat dia bersembunyi pada hari Kamis, namun belum dikonfirmasi militer setempat.
Setidaknya 50 warga sipil Kamboja dan lebih dari 20 tentara juga terluka, kata Socheata.
Sedangkan Thailand telah melaporkan 13 warga sipil—termasuk anak-anak—serta enam tentara tewas selama dua hari terakhir pertempuran. Sebanyak 29 tentara Thailand dan 30 warga sipil juga terluka dalam serangan Kamboja.
Surat kabar Kamboja, The Khmer Times, mengutip para pejabat di provinsi Preah Vihear, Kamboja, mengatakan sekitar 20.000 penduduk sejauh ini telah dievakuasi dari perbatasan utara negara itu dengan Thailand.
Lebih dari 138.000 orang juga telah dievakuasi dari wilayah perbatasan Thailand, dengan sekitar 300 pusat evakuasi telah dibuka, menurut pejabat Thailand. Pada hari Jumat, Thailand mengumumkan darurat militer di delapan distrik di sepanjang perbatasan dengan Kamboja.
Lihat Juga :