Perang Sengit Melawan Kamboja, Kota di Thailand Menjadi Kota Hantu

Minggu, 27 Juli 2025 - 08:50 WIB
loading...
Perang Sengit Melawan...
Kota Kantharalak di Thailand menjadi kota hantu karena penduduknya melarikan diri dari perang sengit di perbatasan Thailand-Kamboja. Foto/The Nation
A A A
BANGKOK - Kota Kantharalak di Thailand telah menjadi "kota hantu" karena penduduknya melarikan diri dari perang sengit di perbatasan Thailand-Kamboja. Konflik ini telah meningkat menjadi pertempuran terburuk antara kedua negara dalam 13 tahun, yang menyebabkan puluhan orang tewas dan lebih dari 130.000 orang mengungsi.

Ketegangan semakin memburuk dengan dibukanya front baru di Provinsi Trat, lebih dari 100 kilometer dari wilayah sengketa lainnya.

Jalanan yang biasanya ramai di Distrik Kantharalak di Provinsi Sisaket, Thailand, kini sunyi senyap, berubah menjadi "kota hantu" saat pertempuran sengit di perbatasan Thailand-Kamboja memasuki hari ketiga pada hari Sabtu.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa suasana di Kantharalak hampir sepenuhnya sepi.

Baca Juga: Ini Sejarah Kuil Preah Vihear, Situs Hindu Pemicu Perang Thailand-Kamboja

Jianuwat Thaalalai (31) berdiri di depan hotel tempatnya bekerja, menggambarkan kenyataan pahit: "Hampir semua orang telah pergi. Praktis seperti kota hantu."

"Hotel saya masih buka bagi mereka yang berada di dekat perbatasan yang membutuhkan akomodasi," ujarnya.

Bentrokan semakin intensif karena kedua negara mati-matian mencari dukungan diplomatik, masing-masing menegaskan tindakan mereka sebagai pembelaan diri dan mendesak pihak lain untuk menghentikan permusuhan dan memulai negosiasi.

Ketegangan semakin meningkat ketika Angkatan Laut Kerajaan Thailand melaporkan bentrokan baru di Provinsi Trat, garis depan baru yang muncul lebih dari 100 kilometer dari wilayah sengketa lainnya di sepanjang perbatasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Melihat Koleksi Buku...
Melihat Koleksi Buku Presiden Prabowo di Perpustakaan Pribadinya: Sejarah Perang hingga Filsafat
Keseleo Lidah, Trump...
Keseleo Lidah, Trump Sebut Kapal Induk AS Diserang Rudal "Republik Islam Jepang"
Kebakaran Hebat Pub...
Kebakaran Hebat Pub di Thailand, 27 Orang Tewas
Rekomendasi
Memperkuat Komunikasi...
Memperkuat Komunikasi Partisipatif Koperasi Untuk Ekonomi Kerakyatan
Bellingham vs Messi:...
Bellingham vs Messi: Pertarungan Dua Maestro Nomor 10
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
Berita Terkini
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved