Rudal Hipersonik Houthi Serang Target Sensitif di Israel
Sabtu, 26 Juli 2025 - 21:31 WIB
loading...
Rudal hipersonik Houthi serang target sensistif di Israel. Foto/X/@expat_vibes
A
A
A
GAZA - Kelompok pejuang Syiah Houthi di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap target-target Israel, termasuk serangan rudal hipersonik di lokasi "sensitif" di Israel selatan. Itu sebagai bentuk keseriusan Houthi untuk melancarkan serangan berkelanjutan ke Israel.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan di TV al-Masirah milik kelompok tersebut bahwa sebuah rudal balistik hipersonik, Falasteen-2, diluncurkan ke wilayah Beersheba. Ia tidak merinci sifat target atau kerusakannya.
Ia menambahkan bahwa pesawat nirawak Houthi juga melakukan tiga operasi terpisah yang menargetkan lokasi-lokasi "vital" Israel di Eilat, Ashkelon, dan Hadera, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Jumat pagi, tentara Israel mengatakan telah mencegat sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman setelah sirene berbunyi di wilayah Negev, Israel selatan, dan di sekitar Laut Mati.
Melansir Middle East Monitor, Saree memperingatkan bahwa Houthi sedang "mempertimbangkan eskalasi lebih lanjut" sebagai tanggapan atas "kampanye agresi dan kelaparan" Israel terhadap Gaza.
Kelompok ini telah berulang kali melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap Israel dan kapal-kapal yang terkait dengannya sejak pecahnya perang di Jalur Gaza, dan menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari dukungannya terhadap Palestina.
Baca Juga: Siapa Nick Maynard? Dokter Bedah Inggris yang Tuding Israel Tembaki Warga Gaza seperti Permainan Video
Pada hari Kamis, pemimpin Houthi Abdul-Malik al-Houthi mengatakan kelompok itu sedang mempersiapkan operasi tambahan untuk mendukung Gaza dan mengonfirmasi bahwa 11 pesawat nirawak dan rudal hipersonik telah digunakan awal pekan ini dalam serangan terhadap Israel.
Ia mengatakan blokade kelompok itu terhadap lalu lintas laut menuju Israel masih berlangsung, dan mengklaim bahwa pelabuhan Eilat telah "ditutup sepenuhnya".
“Ini adalah kerugian besar dan kekalahan telak bagi musuh,” ujarnya.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan di TV al-Masirah milik kelompok tersebut bahwa sebuah rudal balistik hipersonik, Falasteen-2, diluncurkan ke wilayah Beersheba. Ia tidak merinci sifat target atau kerusakannya.
Ia menambahkan bahwa pesawat nirawak Houthi juga melakukan tiga operasi terpisah yang menargetkan lokasi-lokasi "vital" Israel di Eilat, Ashkelon, dan Hadera, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Jumat pagi, tentara Israel mengatakan telah mencegat sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman setelah sirene berbunyi di wilayah Negev, Israel selatan, dan di sekitar Laut Mati.
Melansir Middle East Monitor, Saree memperingatkan bahwa Houthi sedang "mempertimbangkan eskalasi lebih lanjut" sebagai tanggapan atas "kampanye agresi dan kelaparan" Israel terhadap Gaza.
Kelompok ini telah berulang kali melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap Israel dan kapal-kapal yang terkait dengannya sejak pecahnya perang di Jalur Gaza, dan menyebut tindakan tersebut sebagai bagian dari dukungannya terhadap Palestina.
Baca Juga: Siapa Nick Maynard? Dokter Bedah Inggris yang Tuding Israel Tembaki Warga Gaza seperti Permainan Video
Pada hari Kamis, pemimpin Houthi Abdul-Malik al-Houthi mengatakan kelompok itu sedang mempersiapkan operasi tambahan untuk mendukung Gaza dan mengonfirmasi bahwa 11 pesawat nirawak dan rudal hipersonik telah digunakan awal pekan ini dalam serangan terhadap Israel.
Ia mengatakan blokade kelompok itu terhadap lalu lintas laut menuju Israel masih berlangsung, dan mengklaim bahwa pelabuhan Eilat telah "ditutup sepenuhnya".
“Ini adalah kerugian besar dan kekalahan telak bagi musuh,” ujarnya.
(ahm)
Lihat Juga :