3 Alasan Rakyat Malaysia Marah dan Menuntut PM Anwar Ibrahim untuk Mundur
Minggu, 27 Juli 2025 - 03:30 WIB
loading...
PM Malaysia Anwar Ibrahim menghadapi tekanan untuk mundur. Foto/X/@anwaribrahim
A
A
A
KUALA LUMPUR - Ribuan warga Malaysia turun ke jalan untuk memprotes kenaikan biaya hidup dan anggapan kurangnya reformasi oleh pemerintah persatuan Perdana Menteri Anwar Ibrahim. Aksi unjuk rasa hari Sabtu, yang diselenggarakan oleh partai-partai oposisi, menandai protes besar pertama di negara dengan ekonomi terbesar keenam di Asia Tenggara ini sejak Anwar dilantik ke tampuk kekuasaan melalui pemilu tahun 2022.
Para pengunjuk rasa berkumpul di berbagai titik di ibu kota, Kuala Lumpur, sebelum berkumpul di Lapangan Kemerdekaan, membawa plakat bertuliskan, "Mundur Anwar," sementara puluhan petugas polisi mengawasi dengan ketat.
Anwar “telah mengunjungi banyak negara untuk mendatangkan investasi, tetapi kami belum melihat hasilnya,” ujarnya kepada kantor berita AFP, merujuk pada kunjungan perdana menteri baru-baru ini, termasuk ke Rusia dan Eropa. “Biaya hidup masih tinggi.”
Anwar diangkat sebagai perdana menteri dengan tiket reformis dan berjanji untuk memberantas korupsi, nepotisme, dan kronisme dalam sistem politik negara yang terpecah belah.
Baca Juga: Sepertiga Anggota Parlemen Desak PM Inggris Akui Negara Palestina
Pada hari Rabu, Anwar mengumumkan bahwa warga Malaysia yang berusia di atas 18 tahun akan menerima bantuan langsung tunai sebesar 100 ringgit (USD23,70), yang akan didistribusikan mulai 31 Agustus.
Ia menambahkan bahwa sekitar 18 juta pengendara Malaysia akan memenuhi syarat untuk membeli bahan bakar oktan menengah bersubsidi besar dengan harga 1,99 ringgit (USD0,47) per liter, dibandingkan dengan harga saat ini 2,05 ringgit (USD0,49).
Para analis politik memandang pengumuman tersebut sebagai langkah strategis untuk meredakan frustrasi publik yang semakin meningkat dan mencegah orang-orang bergabung dalam protes hari Sabtu.
Alasannya antara lain meredanya gejolak politik dalam beberapa tahun terakhir serta upaya untuk meningkatkan profil Malaysia melalui kepemimpinannya di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara tahun ini.
Para pengunjuk rasa berkumpul di berbagai titik di ibu kota, Kuala Lumpur, sebelum berkumpul di Lapangan Kemerdekaan, membawa plakat bertuliskan, "Mundur Anwar," sementara puluhan petugas polisi mengawasi dengan ketat.
3 Alasan Rakyat Malaysia Marah dan Menuntut PM Anwar Ibrahim untuk Mundur
1. Janji-janji Belum Direalisasikan
“Dia [Anwar] telah memerintah negara ini selama tiga tahun dan belum memenuhi janji-janji yang dibuatnya,” kata Fauzi Mahmud, 35, dari Selangor, tepat di luar ibu kota.Anwar “telah mengunjungi banyak negara untuk mendatangkan investasi, tetapi kami belum melihat hasilnya,” ujarnya kepada kantor berita AFP, merujuk pada kunjungan perdana menteri baru-baru ini, termasuk ke Rusia dan Eropa. “Biaya hidup masih tinggi.”
Anwar diangkat sebagai perdana menteri dengan tiket reformis dan berjanji untuk memberantas korupsi, nepotisme, dan kronisme dalam sistem politik negara yang terpecah belah.
Baca Juga: Sepertiga Anggota Parlemen Desak PM Inggris Akui Negara Palestina
2. Bantuan Langsung Tunai Bukan Solusi
Beberapa hari sebelum demonstrasi, Anwar memaparkan serangkaian langkah populis yang bertujuan untuk mengatasi kekhawatiran para pemilih, termasuk pemberian uang tunai kepada semua warga negara dewasa dan janji untuk menurunkan harga bahan bakar.Pada hari Rabu, Anwar mengumumkan bahwa warga Malaysia yang berusia di atas 18 tahun akan menerima bantuan langsung tunai sebesar 100 ringgit (USD23,70), yang akan didistribusikan mulai 31 Agustus.
Ia menambahkan bahwa sekitar 18 juta pengendara Malaysia akan memenuhi syarat untuk membeli bahan bakar oktan menengah bersubsidi besar dengan harga 1,99 ringgit (USD0,47) per liter, dibandingkan dengan harga saat ini 2,05 ringgit (USD0,49).
Para analis politik memandang pengumuman tersebut sebagai langkah strategis untuk meredakan frustrasi publik yang semakin meningkat dan mencegah orang-orang bergabung dalam protes hari Sabtu.
3. Stabilitas Politik Saja Belum Cukup
Namun, sebuah survei yang dirilis pada bulan Juni dan dilakukan oleh Merdeka Centre for Opinion Research yang independen menemukan bahwa mayoritas pemilih menyetujui kinerja Anwar. Ia menerima tingkat persetujuan sebesar 55 persen.Alasannya antara lain meredanya gejolak politik dalam beberapa tahun terakhir serta upaya untuk meningkatkan profil Malaysia melalui kepemimpinannya di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara tahun ini.
(ahm)
Lihat Juga :